TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Kepsek Dinonaktifkan dan Inspektorat Turun Tangan Setelah Orangtua Keluhkan Mahalnya Pungutan

"Pungutan apa tidak kita juga belum menelitinya. Baru mengumpulkan data awal dulu," ujar Wahyu.

Kepsek Dinonaktifkan dan Inspektorat Turun Tangan Setelah Orangtua Keluhkan Mahalnya Pungutan
tribunkaltim.co/anjas pratama
SDN 016 Sungai Pinang, Kota Samarinda 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Kisruh uang pungutan masuk sekolah di SD Negeru 016 Sungai Pinang, Samarinda sampai ke telinga Walikota Samarinda Syaharie Jaang.

Tak ingin berpolemik panjang, Jaang langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda menonaktifkan sementara Kepala Sekolah SDN 016, Thoyyibah.

"Ya, dinonaktifkan sementara dalam masa pemeriksaan," kata Jaang saat dikonfirmasi, Rabu (19/7/2017).

Jaang juga menginstruksikan Disdik dan Inspektorat Daerah (Itda) Samarinda melakukan pemeriksaan. "Saya sudah instruksikan ke Disdik dan Inspektorat mengadakan pemeriksaan. Terimakasih," kata Jaang.

Jaang pun menegaskan, Vincero, anak yang menjadi korban polemik uang masuk sekolah tetap bisa bersekolah. "Anak Vincero tetap sekolah di tempat di mana orangtuanya mendaftar awal," kata Jaang.

Sementara, Tim Inspektorat Samarinda turun langsung mengumpulkan bukti, dugaan pelanggaran yang terjadi di SDN 016 Sungai Pinang.

Baca: Curhat di FB Mahalnya Biaya Sekolah, Vincero Ditolak Masuk SD Negeri, Padahal sudah Daftar Ulang

Baca: VIDEO – Anak Penjual Mainan Keliling Dicoret Dari Sekolah Karena Pertanyakan Pungutan Rp 830 Ribu

"Kami baru sebatas mengumpulkan data dan melakukan konfirmasi," kata Ahmad Wahyu Hidayat, perwakilan Inspektorat Samarinda, yang datang ke SDN 016, Rabu (19/7/2017).

Wahyu belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, mengenai dugaan pelanggaran apa yang terjadi di SDN 016. "Baru kita kumpulkan dulu datanya. Belum diteliti," katanya lagi.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help