TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Dua Remaja Cantik Ini Jadi Kurir Sabu Demi Rp 50 Ribu

Keduanya pasrah tak bisa mengelak lantaran ketangkap basah sedang ingin menjual barang tersebut. Saat diperiksa keduanya mengaku hanya sebagai kurir.

Dua Remaja Cantik Ini Jadi Kurir Sabu Demi Rp 50 Ribu
tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhani
Dua remaja putri ML (17) dan SW (16) saat diamankan Polsek Balikpapan Timur beserta barang bukti narkoba, keduanya mengaku sebagai kurir di kawasan Balikpapan Timur. 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Dua orang remaja putri terlibat dalam bisnis narkoba di Balikpapan. Mirisnya, keduanya bukan sebagai pemakai melainkan kurir sabu di Balikpapan Timur.

Keduanya berinisial ML (17) dan SW (16), mereka diamankan tim Opsnal Polsek Balikpapan Timur, Sabtu (8/7/2017) lalu. Keduanya diciduk di Jalan Lumba-Lumba RT 11, Manggar Baru.

Kapolsek Balikpapan Timur Kompol Dody Susantyoko mengatakan, pengungkapan bermula saat pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas jual beli narkoba di wilayah tersebut.

Polisi langsung melakukan pemantauan dan penyelidikan.

Saat di lokasi, tim Opsnal yang dipimpin Panit Reskrim Polsek Balikpapan Timur Ipda Nuryatman melihat 2 orang gadis mengendarai motor bebek dengan sikap mencurigakan.

Mereka tampak gelisah menunggu seseorang.

Akhirnya petugas memutuskan menghampiri mereka. Melihat petugas kedua gadis tersebut gelagapan.

"Waktu kami geledah. Kami mendapati 1 paket sabu yang digenggam di tangan kanan gadis yang dibonceng (ML). Keduanya langsung kami bawa ke Polsek," kata Dody, Rabu (19/7/2017).

Keduanya pasrah tak bisa mengelak lantaran ketangkap basah sedang ingin menjual barang tersebut. Saat diperiksa keduanya mengaku hanya sebagai kurir.

Mereka berdua pun bernyanyi di hadapan petugas. Hingga petugas berhasil mengantongi nama penyuruh mereka tak lain merupakan warga Kampung Baru tepatnya Jalan 21 Januari bernama Umar (34).

"Kami langsung lakukan pengembangan ke rumah Umar. Di sana yang bersangkutan kami tangkap beserta beberapa barang bukti identik lainnya seperti alat isap sabu, dan plastik bungkus sabu," bebernya.

Dari pengakuan mereka, satu poket sabu tersebut dijual Rp 300 ribu. Untuk jatah ML dan SW setiap penjualan 1 paket diberi Rp 50 ribu oleh pesuruhnya.

"Jadi dijual Ep 300 ribu, kalau laku Rp 50 ribu buat 2 gadis itu. Motif mereka untuk keperluan hidup," bebernya.

ML dan SW remaja putri putus sekolah saat ini dititip di Rutan pasalnya mereka berjenis kelamin perempuan sambil proses hukumnya berlanjut.

Sementara Umar masih mendekam di sel Mapolsek Balikpapan Timur. Mereka dijerat pasal 114 jo pasal 112 UUD Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. 
(Tribunkaltim.co/Muhammad Fachri Ramadhani)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help