TribunKalteng/

Kabar Dunia

Warganya Dipaksa Bekerja ke Rusia, Kim Jong Un Tarik 90 Persen Gajinya Untuk Negara

Departemen Luar Negeri AS menyimpulkan pengiriman pekerja Korea Utara ke Rusia merupakan kasus perdagangan manusia.

Warganya Dipaksa Bekerja ke Rusia, Kim Jong Un Tarik 90 Persen Gajinya Untuk Negara
youtube
Diktator Korea Utara, Kim Jong Un mengirim puluhan ribu warga miskinnya ke Rusia untuk bekerja sebagai budak. 

TRIBUNKALTENG.COM - Diktator Korea Utara, Kim Jong Un mengirim puluhan ribu warga miskinnya ke Rusia untuk bekerja sebagai budak.

Kelompok hak asasi manusia mengungkapkan kekejaman pemerintah Korea Utara pada warganya, hingga dipaksa memberikan sebagian besar gaji warganya.

Berdasarkan data pusat database HAM Korea yang berbasis di Seoul, sekitar 50 ribu pekerja Korea Utara yang bekerja di Rusia.

Parahnya, 90 persen dari gaji yang diterima, mereka serahkan ke pemerintah. Berdasarkan data, setiap tahunnya warga Korea Utara yang bergaji rendah di Rusia ini mengirimkan 120 juta dolar atau setara Rp 159 miliar untuk pemerintahan Kim Jong Un.

"Pemerintah Korea Utara mengawasi ketat pekerjanya untuk mengambil keuntungan dari mereka. Dalam beberapa kasus, mereka dipaksa menyerahkan 90 persen dari upah mereka," kata Direktur Kebijakan Luar Negeri AS-Korea, Scott Synder kepada Fox News.

x
Pekerja Korea Utara (youtube)

Berdasarkan informasi, warga Korea Utara dikirim untuk bekerja sebagai buruh. Mereka membantu membangun stadion St Petersburg dan kompleks apartemen mewah di Moskow.

Stadion St Petersburg yang dibangun di Pulau Krestovsky diperuntukkan sebagai tempat untuk penyelenggaraan Piala Konfederasi FIFA 2017 dan Piala Dunia 2018.

Kondisi para pekerjanya juga mengkhawatirkan. Mereka bekerja dengan kondisi cuaca buruk. Bahkan dua pekerja asal Korea Utara yang membangun stadion dinyatakan tewas pada Juni ini di asrama dekat gedung apartemen di Moskow.

Pekerja dari Korea Utara juga telah bertahun-tahun di kamp penerbangan terpencil di Rusia.

Bukan hanya program pemerintah Korea Utara, kabarnya banyak pekerja yang rela memberikan suap, agar bisa dikirim ke Rusia. Karena kondisi ekonomi Korea Utara yang mengerikan.

Halaman
12
Penulis: Restudia
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help