TribunKalteng/
Home »

Techno

» News

Telegram Bakal Diblokir, Begini Respon Mengejutkan dari Pendiri

Karena itu, Rudiantara telah meminta Telegram untuk membuat standar operasional prosedur (SOP) penanganan konten-konten radikalisme.

Telegram Bakal Diblokir, Begini Respon Mengejutkan dari Pendiri
ist
Telegram Messenger 

(Terima kasih atas responnya, @durov, mudah-mudahan ini tidak akan terjadi di masa depan. Maaf karena telah bertingkap kejam @kemkominfo, Indonesia sangat menyukai Telegram--RED).

Dilampirkan pula, pernyataan Durov terkait wacana pemblokiran tersebut.

v
Cuitan Netizen dan Founder Telegram di Twitter (Twitter)

Dalam pernyataannya, Durov mengaku sangat kecewa dengan wacana pemblokiran tersebut.

Durov mengatakan pihak Kemkominfo telah mengirimkan surat elektronik daftar saluran publik yang terkait konten teroris di Telegram.

"Dan, tim kami tidak memprosesnya dengan sesegera mungkin," tulis Durov dalam pernyataannya.

v
Pavel Durov, CEO dan pendiri Telegram, perusahaan yang disebut-sebut akan diakuisisi Google (PC TECH MAG)

Alasan pemblokiran

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan, pemblokiran situs Telegramdidasari alasan dan bukti yang kuat bahwa ia telah disalahgunakan untuk penyebaran ajaran radikal yang mengarah ke terorisme.

"Kami punya bukti yang kuat, ada lebih dari 500 halaman, mulai dari ajaran radikal, cara membuat bom, ajakan membenci aparat kepolisian, banyak!" kata Rudiantara di Pesawat Kepresiden Boeing 737-400 TNI AU, Sabtu.

Rudiantara menjelaskan, pemblokiran Telegram telah dikonsultasikan dan atas persetujuan tiga institusi, yakni Kemkominfo, Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

"Jadi kita tidak asal take down, BIN dan BNPT juga menyetujui situs ini diblokir," kata dia.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help