TribunKalteng/

Kalteng Kita

Kolaborasi Riset Internasional, IAIN Palangkaraya Datangkan Profesor dari Belanda

Pembahasan akan difokuskan pada bagaimana cara kehidupan umat beragama di tengah masyarakat yang plural di Kalimantan Tengah dan kemungkinannya dapat

Kolaborasi Riset Internasional, IAIN Palangkaraya Datangkan Profesor dari Belanda
Istimewa
Prof Dr Frans Wijsen dari Radboud University Belanda beberaa saat setelah menginjakkan kaki di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Minggu (16/7/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pluratitas agama menjadi isu penting dalam program kolaborasi riset internasional. Bahkan secara khusus, masalah ini diangkat IAIN Palangkaraya dalam sebuah seminar internasional yang akan digelar Senin (17/7/2017).

Tidak hanya itu, perguruan tinggi terbesar di Kalteng ini juga mengundang Prof Dr Frans Wijsen dari Radboud University diundang untuk menjadi pembicara utama dalam seminar internasional tersebut. 

Radboud University sendiri merupakan sebuah universitas terkemuka di Belanda yang masuk dalam peringkat seratus universitas terbaik dunia.

"Seminar digelar mulai Senin sampai Jumat (21/72017). Seminar ini merupakan lanjutan dari program kolaborasi riset internasional di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya dengan Radboud University," terang Rektor IAIN Palangkaraya Ibnu Elmi AS Pelu, Minggu (16/7/2017).

Acara digelar terbuka untuk civitas akademika di Palangkaraya dan masyarakat umum yang berminat. Seminar bertemakan Interreligious Relations in Indonesia and Their Contribution to the World.

Frans Wijsen akan berbicara mengenai isu-isu penting tentang penguatan tradisi riset di perguruan tinggi menuju universitas kelas dunia dan secara khusus membahas kebijakan dan manajemen pluralitas agama.

Selain profesor dari Belanda ini, beberapa akademisi dan peneliti nasional akan juga berbicara pada seminar internasional ini, yaitu Dr Muhammad Zain (Kemenag RI), Dr Abdul Qodir (IAIN Palangkaraya), AM Iqbal PhD (IAIN Palangkaraya), Prof I Ketut Subagiasta (STAHN Palangkaraya), dan Merylin MTh (STKN Palangkaraya),

Dalam seminar itu juga ada diskusi dan dialog di kampus IAIN Palangkaraya, kampus STMIK Palangkaraya, dan kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Palangkaraya.

Itu pula sebagainya, Prof Frans Wijsen secara khusus menjadwalkan dialog dengan Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Palangkaraya selain membicarakan tentang riset kolaborasi internasional. 

Pada seminar internasional ini Prof Frans Wijsen dan Tim Kolaborasi Riset Internasional IAIN Palangkaraya akan mendiskusikan hasil penelitian bersama mengenai relasi antaragama di Kalimantan Tengah dengan judul “Constructing Third Space in a Multi-Religious Society: Intereligous Relations between Muslims, Christians and Kaharingan Adherents in Central Kalimantan, Indonesia”.

Pembahasan akan difokuskan pada bagaimana cara kehidupan umat beragama di tengah masyarakat yang plural di Kalimantan Tengah dan kemungkinannya dapat menjadi model dan percontohan kehidupan bagi dunia.

Hari terakhir seminar internasional ini akan diisi oleh agenda kuliah umum oleh Prof Frans Wijsen atas undangan Fakultas Ushuluddin, Adab dan Da’wah, IAIN Palangkaraya tentang perkembangan mutakhir dalam studi agama dan peluang-peluang kerjasama ke depan.

Acara ini menjadi kabar baik sekaligus menjadi kesempatan bagi IAIN Palangka Raya untuk meningkatkan kualitas penelitiannya dan membuka jalinan kerjasama internasional.

"Kegiatan ini menjadi peluang bagi IAIN Palangkaraya untuk menyelaraskan mutu sebagai lembaga perguruan tinggi yang komprehensif dalam pergaulan akademik lintas negara," timpal Ibnu Elmi. (*)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help