TribunKalteng/

Geram pada Cuitan Marco, Ini Surat Terbuka dari Tokoh Dayak Katingan

Akun facebook Helmi Djamanie yang mendapatkan gelar Dayang Dambung dari Dewan Adat Dayak Katingan ini menuliskan surat terbuka untuk Marco.

Geram pada Cuitan Marco, Ini Surat Terbuka dari Tokoh Dayak Katingan
Facebook
Akun facebook Helmi Djamanie 

TRIBUNKALTENG.COM - Cuitan Marco Kusumawijaya di twitter sempat membuat warga Kalimantan marah. Bahkan tweet tentang pemindahan kantor-kantor pemerintahan itu pun ramai dikomentari netizen.

"Kira2 korupsi meningkat kah kalau kantor-kantor pemerintah pindah ke kalimantan? Apakah media akan buka kantor di sana?

Atau biar monyet-monyet yang jadi saksi?" tulisnya di akun twitternya @mkusumawijaya, Rabu(5/7/2017).

Tweet ini juga mendapatkan tanggapan dari tokoh adat Dayak yang membuat surat terbuka untuk Marco Kusumawijaya.

Baca: Gara-gara Postingannya, Marco Kusumawijaya Sampaikan Permintaan Maaf kepada Warga Kalimantan

Akun facebook Helmi Djamanie yang mendapatkan gelar Dayang Dambung dari Dewan Adat Dayak Katingan ini menuliskan surat terbuka untuk Marco.

x
Akun facebook Helmi Djamanie (Facebook)

Dalam surat terbuka tersebut menjawab cuitan Marco tentang pemindahan ibukota ke Kalimantan, tuduhan akan merajalelanya korupsi, dan monyet yang ada di Kalimantan.

Akun ini menjelaskan suku asli Kalimantan masih memegang adat istiadat yang terpelihara dalam kehidupan bermasyarakat.

Terkait dengn rencana pemindahan ibu kota, suku asli Kalimantan menyambut baik rencana tersebut, karena selama ini kegiatan pemerintahan terpusat di Pulau Jawa.

Untuk tuduhan korupsi, akun ini menjelaskan korupsi adalah perilaku rakus, tamak, serakah, yang tak ada di jiwa warga asli suku Kalimantan.

Halaman
123
Penulis: Restudia
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help