TribunKalteng/

Kalteng Kita

Bupati Lamandau Sembah Gubernur Kalteng, Sugianto: Bupati Marukan Harus Berpikir Dewasa

Sebaliknya, sikap Bupati Lamandau dan kalangan dewan yang terkesan "menghamba" kepada keluarga Gubernur Kalteng menuai kritikan.

Bupati Lamandau Sembah Gubernur Kalteng, Sugianto: Bupati Marukan Harus Berpikir Dewasa
Facebook
Begini cara Bupati Marukan dan kalangan anggota dewan Kabupaten Lamandau memohon agar keluarga Gubernur mendukung putra daerah dalam Pilkada di Lamandau tahun depan. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sikap seperti menyembah yang ditujukan kepada Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran dan keluarganya agar mendukung calon bupati Lamandau dari Putra Daerah setempat, hingga, Minggu (9/7/2017) masih saja menjadi perbincangan warga Kalteng.

Sikap Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran dan keluarganya yang tenang dalam menyikapi kelakuan Bupati Marukan Hendrik dan kalangan DPRD Lamandau dipuji warga Kalteng.

Sebaliknya, sikap Bupati Lamandau dan kalangan dewan yang terkesan "menghamba" kepada keluarga Gubernur Kalteng menuai kritikan.

"Saya miris melihat kelakuan pejabat di Lamandau," ujar Miftah, salah satu warga Palangkaraya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran meminta Bupati lamandau , Marukan Hendrik berpikir dewasa dalam menyikapi pelaksanaan Pilbup di kabupaten yang dipimpinnya.

Ditegaskannya, usulan atau permohonan agar Gubernur Kalimantan Tengah, untuk mendukung calon Bupati Lamandau mendatang orang putra daerah terlalu pendek pemikirannya.

Menurut Sugianto, Undang-Undang tidak membatasi siapapun yang akan maju dalam Pilkada dan tidak ada skat dalam kriteria calon yang akan maju tersebut, sehingga tidak bisa melarang putra daerah maupun non putra daerah yang maju.

"Saya dan keluarga disebut-sebut , ini sangat tidak etis dan sangat berlebihan, kenapa membawa-bawa keluarga dalam hal ini saya, Pak H Rasyid dan Pak H Ruslan. Ada apa ini, saya bukan raja dan sistem pemerintahan di negara ini bukan kerajaan," ujarnya.

Dikatakan dia, seorang pejabat yang baik, ada tata cara dalam menyampaikan pendapat, tidak perlu berlebihan semacam itu.

"Bupati dan para tokoh bisa saja datang kepada saya untuk usulan itu, tidak perlu dengan cara seperti itu," ujarnya lagi.(faturahman/www.banjarmasinpost.co.id)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help