TribunKalteng/

Kabar Dunia

Wabah Rabies di Serawak, Malaysia Tuding dari Indonesia

Tercatat, ada 68 orang digigit anjing di lima desa di Serian antara April hingga awal Juli 2017, dan tak ada insiden baru yang dilaporkan sejak saat i

Wabah Rabies di Serawak, Malaysia Tuding dari Indonesia
THE STAR/ASIA NEWS NETWORK
Vaksinasi anti rabies di Kampung Paon Sungai Rimu Bakung di Serian. 

TRIBUNKALTENG.COM, PUTRAJAYA -  Wabah rabies baru-baru ini merenggut nyawa dua anak di Serian, Sarawak, Malaysia. Menteri Kesehatan Malaysia S. Subramaniam meyakini wabah itu datang dari anjing yang terjangkit virus rabies di wilayah Indonesia di Kalimantan.

Seperti dikutip dari laman The Star/Asia News Network, Kamis (6/7/2017), Subramaniam mengatakan, Malaysia sudah dinyatakan bebas rabies sejak tahun 2012.

Namun kasus baru-baru ini, diduga datang dari wilayah Indonesia, karena akses perbatasan yang terbuka.  

"Kami menduga itu berasal dari Kalimantan, karena ada wabah rabies besar di sana," kata Subramaniam dalam sebuah konferensi pers usai sidang kabinet, Rabu lalu.

Pada tahun 2015, anjing yang terinfeksi dari Thailand selatan menyeberang dan menyebarkan virus ke anjing di Perlis. Kasus serupa kemudian terdeteksi di Kedah hingga ke Penang.

"Ini menunjukkan bahwa perbatasan kita tidak hanya berlubang untuk manusia, tapi juga anjing," kata dia.

Subramaniam menambahkan, langkah-langkah telah diambil untuk mengatasi penyebaran virus rabies tersebut. 

Diberitakan sebelumnya, korban tewas adalah seorang gadis berusia enam tahun dan saudara laki-lakinya yang berusia empat tahun.  

Korban ketiga, seorang anak berusia tujuh tahun, kini berada dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif Rumah Sakit Umum Sarawak.

Tercatat, ada 68 orang digigit anjing di lima desa di Serian antara April hingga awal Juli 2017, dan tak ada insiden baru yang dilaporkan sejak saat itu.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help