TribunKalteng/

Dibayar Rp 1,5 Juta untuk Tepuk Tangan, Menangis dan Ketawa, Ini Syaratnya!

Pekerjaan mereka terbilang sederhana yaitu hanya perlu duduk di bangku penonton dan berakting ketika kamera menyoroti mereka.

Dibayar Rp 1,5 Juta untuk Tepuk Tangan, Menangis dan Ketawa, Ini Syaratnya!
Nextshark
Penonton bayaran di Tiongkok 

TRIBUNKALTENG.COM - Bagi orang-orang yang memiliki kemampuan berakting namun tidak ingin tampil di atas panggung, memiliki wadah yang digaji cukup tinggi.

Ya, karena di Tiongkok, kemampuan mereka itu bisa tersalurkan untuk menjadi penonton bayaran di acara reality show.

Dilansir dari laman Nextshark, ternyata para penonton bayaran yang mulai booming pada tahun 2014 lalu ini telah mendatangkan keuntungan cukup besar.

Kini diketahui penonton bayaran ini telah menghasilkan keuntungan sebesar 180 juta yuan atau sekitar Rp 352 miliar.

Pekerjaan mereka terbilang sederhana yaitu hanya perlu duduk di bangku penonton dan berakting ketika kamera menyoroti mereka.

x
penonton bayaran (nextshark)

Penonton bayaran ini bisa bertepuk tangan, menangis, tertawa atau melakukan hal lain yang telah diminta pihak agensi.

Dari pekerjaan ini satu orang mampu menghasilkan pendapatan hingga 800 yuan atau sekitar Rp 1,5 juta per acara yang berdurasi tiga sampai empat jam.

Tak hanya itu, apabila mereka dapat merekrut kawan mereka untuk menjadi penonoton bayaran bisa mendapatkan bonus hingga 30%.

Saking naturalnya akting mereka, para netizen di Tiongkok memberikan julukan pada penonton bayaran ini.

Mulai dari "lelaki cengeng", "gadis yang berduka" dan "pasukan pengaduk emosi".

Ternyata untuk bisa terjun di industri penonton bayaran ini syaratnya cukup mudah.

Dalam sebuah iklan yang diterjemahkan oleh Mothership, berikut ini beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Tinggi badan: 155 cm
Kompensasi upah: 300 yuan atau sekitar Rp 600 ribu per acara berdurasi 4 jam.
Peran: Memeriahkan acara dengan bertepuk tangan
Durasi: Dari awal tayangan akan digaji 300-800 yuan atau sekitar Rp 600- 1,5 juta per acara yang berdurasi 4-8 jam.

Walaupun tampak mudah, pekerjaan ini juga memiliki tantangan tersendiri lho.

Mereka dilarang mengantuk, atau pergi lebih awal ketika acara telah selesai, dan dilarang menggunakan smartphone selama acara berlangsung. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help