Kabar Dunia

Pesawat Suriah Ditembak Jatuh Pasukan Koalisi AS

Insiden itu dilaporkan berlangsung di Ja'Din, sebuah kota yang dikuasai Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Pesawat Suriah Ditembak Jatuh Pasukan Koalisi AS
Getty Images
F/A-18E Super Hornet (mirip dengan yang tampak pada foto ini) menembak jatuh pesawat militer Suriah. 

TRIBUNKALTENG.COM - Pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat telah menembak jatuh sebuah pesawat militer Suriah dekat Raqqa.

Stasiun televisi yang dikelola pemerintah Suriah melaporkan bahwa pesawat tersebut ditembak jatuh manakala sedang mengemban misi melawan kelompok ISIS. Aksi itu, menurut stasiun televisi tersebut, akan memiliki "dampak berbahaya" terhadap upaya memerangi terorisme.

Di lain pihak, militer AS mengatakan tindakan itu termasuk aksi membela diri setelah militer Suriah menjatuhkan sejumlah bom dekat milisi sokongan AS. Meski demikian, militer AS menekankan bahwa mereka tidak berniat memerangi pemerintah Suriah.

"Sesuai dengan aturan kontak senjata dan aksi membela diri pasukan mitra koalisi secara kolektif, (pesawat tersebut) segera ditembak jatuh," sebut pernyataan militer AS.

Insiden itu dilaporkan berlangsung di Ja'Din, sebuah kota yang dikuasai Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Dua jam sebelum penembakan, militer Suriah loyalis Presiden Bashar al-Assad diklaim menyerang milisi SDF, melukai beberapa di antara mereka, dan berupaya mengusir SDF dari Ja'Din.

Padahal, milisi SDF, yang disokong oleh serangan udara pasukan koalisi AS, tengah berupaya mengepung Kota Raqqa guna memerangi kelompok ISIS.

"Aksi-aksi dan niatan bermusuhan yang ditunjukkan pasukan pro-rezim terhadap koalisi dan pasukan mitranya di Suriah yang sedang melakukan operasi melawan ISIS tidak akan ditoleransi," sebut militer AS.

Penembakan jatuh pesawat di Suriah bukan kali pertama terjadi. Awal bulan ini, AS menembak jatuh drone bersenjata milik kelompok pro-pemerintah Suriah setelah drone itu diklaim melancarkan tembakan ke arah pasukan koalisi pimpinan AS dekat perbatasan Al-Tanf yang memisahkan Suriah dan Irak. (Sumber: BBC Indonesia)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved