Kalteng Kita

Menang Hattrick, Awaludin Ajak Pengikut Djan Faridz Bersama Besarkan PPP Kalteng

MA juga menerbitkan putusan Peninjauan Kembali No.79 PK/ Pdt. Sus-Parpol/ 2016 yang mengabulkan gugatan perdata sengketa diajukan Romi.

Menang Hattrick, Awaludin Ajak Pengikut Djan Faridz Bersama Besarkan PPP Kalteng
Istimewa
Ketua DPW PPP Kalteng Awaludin Noor 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Terbitnya putusan Mahkamah Agung yang mengabulkan gugatan perdata Romahurmuziy pada 12 Juni 2017, dianggap telah menjadi akhir dari sengketa dualisme kepengurusan di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Di daerah, keputusan itu juga menjadi angin segar. Apalagi kemenangan yang diraih terjadi pada tiga lembaga peradilan sekaligus, baik di tingkat perdata khusus di PK MA, Tata Usaha Negara di PT TUN Jakarta, serta kemenangan di Peradilan Konstitusi di MK (hattrick).

"Seluruh kader wajib mensyukuri kemengan ini sebagai sebuah karunia dari Allah SWT dengan terus beribadah dan bekerja melaksanakan tugas-tugas ke-PPP-an. Kami akan akan tancap gas poll untuk melakukan konsolidasi secara menyeluruh," ujar Ketua DPW PPP Kalteng Awaludin Noor, Sabtu (17/6/2017).

Beberapa hari sebelumnya, PPP Romy juga memenangkan gugatan di PT TUN Jakarta melalui amar putusan Nomor: 58/ B/2017/PT.TUN.JKT memenangkan Menkumham dan PPP kubu Romahurmuziy dalam sengketa kepengurusan partai.

MA juga menerbitkan putusan Peninjauan Kembali No.79 PK/ Pdt. Sus-Parpol/ 2016 yang mengabulkan gugatan perdata sengketa diajukan Romi. 

Melalui tiga putusan yang masing-masing bernomor 35, 45 dan 93/PUU-XIV/2016, Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menerima seluruh gugatan dari Djan Faridz dan para kadernya.

Sebelumnya mereka menguji materi Pasal 23 UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang Partai Politik dan Pasal 40 A UU Pilkada.

Dalam ketiga putusannya, MK menyatakan bahwa kubu Djan Faridz, ini tidak memiliki hak mengajukan gugatan (legal standing) untuk menguji material pasal-pasal di atas, termasuk dengan mengatasnamakan PPP.

Dengan kemenangan hattrick tersebut tidak ada lagi yang boleh mengatasnamakan kepemimpinan dan penguasaan aset PPP si semua tingkatan selain kepemimpinan PPP Hasil Muktamar Pondok Gede beserta turunannya.

"Maka Ketua Umum DPP PPP yang syah adalah M.Romahurmuzy dan Arsul Sani sebagai Sekjen, sedangkan untuk DPW PPP Kalimantan Tengah dipimpin oleh H Awaludin Noor selaku Ketua dan H Syamsul Hadi sebagi sekretaris," timpal Awaludin.

Namun begitu, Awaludin menyatakan, pihaknya tetap membuka peluang bagi pengikut Djan Faridz di Kalteng untuk bergabung membesarkan partai berlambang Kabah ini di Kalteng.

"Bagi seluruh kader PPP se-Kalteng baik yang selama ini satu barisan maupun yang firqoh dalam barisan, segera bersatu dan bersama sama kembali menyongsong Kemenangan PPP pada Pilkada 2018 dan Pileg 2019," seru dia. (*)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help