TribunKalteng/

Seputar Kalsel

Katiman Sembunyikan Carnophen di Pelepah Nyiur

Katiman (42), diamankan oleh anggota Polsek Loksado setelah diketahui menyimpan dan mengedarkan carnophen dan dextro.

Katiman Sembunyikan Carnophen di Pelepah Nyiur
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Katiman (42), diamankan oleh anggota Polsek Loksado setelah diketahui menyimpan dan mengedarkan carnophen dan dextro.

TRIBUNKALTENG.COM, KANDANGAN - Katiman (42), diamankan oleh anggota Polsek Loksado setelah diketahui menyimpan dan mengedarkan carnophen dan dextro.

Warga Desa Malinau Kecamatan Loksado ini diamankan, Senin, (12/6) pukul 14.00 Wita. Pelaku sempat mengelabui petugas dengan menyembunyikan carnophen dan dextro di pelepah kelapa di samping rumahnya.

Namun usahanya itu bisa diketahui tim Polsek Loksado yang dipimpin langsung oleh Kapolseknya, Ipda Ikhwanul Muslimin.

Setelah dilakukan penggeledahan, akhirnya pelaku mengakui memiliki barang bukti yang disembunyikan olehnya.

Obat jenis Carnophen ada sebanyak tiga butir sisa penjualan. Obat jenis Dextro sebanyak 340 butir. Uang tunai hasil penjualan sebesar Rp. 260.000 dan plastik warna hitam untuk membungkus obat Carnophen dan Dextro.

Kepada petugas, Katiman mengaku baru satu bulan berjualan carnophen dan dextro. Dia mendapatkan barang itu dari warga Tapin yang langsung mengantar ke rumahnya.

"Keuntungannya untuk memenuhi keperluan hidup. Baru sebulan melakukan usaha ini, namun sudah diketahui polisi," katanya, Selasa, (13/6).

Saat ditanya rekannya yang mengantar barang carnophen dan dextro, pelaku mengaku tidak mengenalnya. Dia hanya menerima barang itu dan dijualnya lagi.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko S.IK melalui Kapolsek Loksado Ikhwanul Muslimin membenarkan dengan penangkapan tersangka.

"Pelaku menyembunyikan obat carnophen dan dextro di pelepah kelapa. Dia juga mengakui bahwa barang itu miliknya," katanya.

Tersangka dijerat pasal 196 jo pasal 197 UU No 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Dengan ancaman 10 sampai 15 tahun penjara dan denda satu miliar.

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help