TribunKalteng/

Kabar Dunia

Tidak Ingin Jadi Terkenal, Warga dan Turis Tak Boleh Memfoto atau Video Tempat Ini

Namun pihak pemerintah setempat juga dapat mengeluarkan izin khusus untuk wisatawan yang bersikeras ingin berfoto.

Tidak Ingin Jadi Terkenal, Warga dan Turis Tak Boleh Memfoto atau Video Tempat Ini
Istimewa
Kota Berg√ľn, Swiss 

TRIBUNKALTENG.COM - Bagi para wisatawan, berfoto di destinasi wisata menjadi hal yang wajib.

Apalagi bagi kalangan yang hobby selfie, mengunggah foto atau video di Instagram sudah wajib hukumnya.

Karena foto atau video itu menjadi bukti dan sekaligus bisa menjadi ajang pamer di media sosial.

Namun tidak semua tempat di dunia ini bisa diabadikan melalui lensa kamera lho.

Pasalnya sebuah kota indah bernama Bergün di Swiss, melarang turis maupun warga setempat untuk mengabadikan foto lalu diunggah ke media sosial.

x
larangan mengabadikan foto (metro.co.uk)

Seperti dilansir dari laman Metro, pejabat resmi di Bergün telah menghimbau warga setempat dan turis asing untuk tidak mengabadikan foto apalagi mengunggah foto kota tersebut di media sosial.

Mengapa? Alasannya yakni karena memiliki pemandangan yang sangat indah, kota ini tidak ingin menjadi terkenal dan membuat banyak orang sedih karena tidak bisa datang berkunjung.

Dalam keterangan larangan foto tersebut mencakup tidak boleh mengambil gambar bangunan dan lanskap kota Bergün.

x

Kota Bergun, Swiss (Istimewa)

Namun pihak pemerintah setempat juga dapat mengeluarkan izin khusus untuk wisatawan yang bersikeras ingin berfoto.

Bahkan Sebelum memasuki kota Bergün, terdapat tanda peringatan yang berisi larangan mengabadikan foto.

"Dilarang memotret keindahan pemandangan kita, mengunggahnya ke media sosial, karena hal itu dapat membuat orang lain sedih karena merka tidak bisa berada di sini," tulis keterangan tersebut.

Namanya juga media sosial, tentu saja banyak orang yang menanggapi larangan ini dengan serius alias justru mengunggah hamparan keindahan kota Bergün.

Ya, karena larangan ini dibuat hanya sebagai bentuk teguran halus.

Bukan berarti Anda akan dipenjara jika melanggar peraturan ini. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help