TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Dokter di Balikpapan Ini Jadi Terdakwa Penodaan Agama, Gerakan Anti Intoleransi Bicara

Pihaknya berharap, tidak mau kasus hukum yang berjalan di Pengadilan terindikasi adanya pemaksaan hukum.

Dokter di Balikpapan Ini Jadi Terdakwa Penodaan Agama, Gerakan Anti Intoleransi Bicara
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Aliansi Gerakan Anti Intoleransi (GERAI) kota Balikpapan saat ditemui Tribunkaltim.co, Jumat (2/6/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, BALIKPAPAN - Aliansi Gerakan Anti Intoleransi (GERAI) Balikpapan menganggap kasus penodaan agama yang dilakukan terdakwa Otto Rajasa (40) sebagai pemaksaan hukum. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Gerai, Kurniadi, 

"Kami menganggap ini termasuk pemaksaan hukum. Ada beberapa hal masih jadi ranah kebebasan berekspresi dan berpendapat. Masih perlu beberapa langkah untuk bisa diajukan ke ranah hukum, sebenarnya," ujarnya, Jumat (2/6/2017).

Baca: Penahanan Oknum Dokter Tersangka Penodaan Agama dengan Jaminan Istri

Menurutnya, aksi pemaksaan hukum yang dilakukan beberapa ormas agama mengancam jaminan perlindungan hak asasi manusia (HAM) yang diatur Pasal 28 (E) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang berbunyi, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” 

Selain itu, intimidasi dan teror atas pengguna media sosial bertentangan dengan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2005 yang merupakan ratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights atau Kovenan Internasional tentang Hak-hak Sipil dan Politik (Konvenan Sipol). Negara wajib menjamin hak sipil dan hak politik setiap warga negaranya.

"Sikap kami tegas , kita tidak menganggap ini penodaan agama atau tidak. Ini murni kebebasan berekspresi. Dijamin undang-undang," katanya.

Pihaknya berharap, tidak mau kasus hukum yang berjalan di Pengadilan terindikasi adanya pemaksaan hukum. Selain itu mereka ingin sidang berjalan netral, tanpa ada intervensi dari pihak manapun. Pun menghargai hak terdakwa serta menjungjung tinggi azas praduga tak bersalah.

"Kami akan mengawal sidang ini sampai tuntas. Kami komitmen," tegasnya.

"Juga menyerukan kepada masyarakat agar tak mengerahkan massa demi terbebasnya pengadilan dari intervensi tadi," lanjutnya. 

Untuk diketahui GERAI merupakan aliansi dari beberapa lembaga masyarakat di antaranya, SAFEnet Kota Balikpapan, Jaringan Gusdurian Kota Balikpapan, LAKPESDAM NU Kota Balikpapan, LBH SIKAP Kota Balikpapan, Ikatan Alumni Muda GMNI. 

Mereka berinisiatif membentuk sebuah wadah Crisis Centre yang diberi nama Aliansi GERAI (Gerakan Anti Intoleransi). (Tribunkaltim.co/Muhammad Fachri Ramadhani)

Berita ini ditayangkan Tribunkaltim.co dengan judul: GERAI Sebut Kasus Otto Rajasa Terkait Dugaan Penodaan Agama Sebagai Pemaksaan Hukum

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help