Marhaban Ya Ramadan

TAUSIYAH: Begini Cara Rasulullah Menyambut Ramadan

Ada yang menyambutnya dengan pawai kemuliaan, resepsi, taptu dan lain sebagainya, seperti yang telah saudara sebutkan itu.

TAUSIYAH: Begini Cara Rasulullah Menyambut Ramadan
Istimewa
Peserta Pawai Tarhib di Stadion Sanaman Mantikei Palangkaraya, Senin (22/5/2017) siang. 

TRIBUNKALTENG.COM - RAMADAN, memang bulan paling mulia, paling agung, sehingga semua manusia ingin menyambutnya dengan cara-cara yang dianggap paling cocok dengan rasa dan selera.

Ada yang menyambutnya dengan pawai kemuliaan, resepsi, taptu dan lain sebagainya, seperti yang telah saudara sebutkan itu. 

Bahkan, beberapa hari sebelum Ramadhan datang ada orang-orang yang sudah menunggu munculnya bulan mulia ini di tepi laut, tepi sungai atau danau, kayaknya bulan Ramadhan akan keluar dari dalam air.

Sebagiannya wajar-wajarlah, tapi ada juga yang sampai ke tingkat melanggar ketentuan syariat, seperti camping di tepi pantai, campur-baur laki-perempuan yang bukan mahram. Na’udzu billah.

Saudara, beberapa hari sebelum berakhirnya bulan Syakban tahun kedua Hijrah Nabi ke Madinah, turunlah ayat Alquran yang mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan, yaitu: “Wahai orang orang yang beriman diwajibkan ke atasmu berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada umat umat sebelum kamu, agar kamu dapat menjadi orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183). 

Untuk menyosialisasikan ayat tersebut serta menyambut Ramadhan, selepas shalat ‘Ashar hari itu juga, Rasulullah saw berpidato: Ayyuhannaas! Sayazhillukum Syahrun ‘Azdimun Mubaarak.

“Wahai manusia! Kini telah dekat kepada kalian satu bulan agung, bulan yang sarat dengan berkah. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Inilah bulan yang Allah telah menetapkan puasa pada siang harinya sebagai suatu kewajiban dan shalat (sunnah) pada malam harinya sebagai shalat sunnah.

Barang siapa ingin mendekatkan diri kepada Allah pada bulan ini dengan suatu amal sunnah, maka pahalanya sama dengan ia melakukan amal yang wajib pada bulan-bulan lain. Dan, barang siapa melakukan amal wajib pada bulan ini, maka dia akan dibalas dengan pahala melakukan tujuh puluh amal wajib pada bulan-bulan lain. Inilah bulan kesabaran dan imbalan atas kesabaran adalah surga.

Inilah bulan peduli dan simpati terhadap sesama. Pada bulan inilah rezeki orang-orang yang beriman ditingkatkan. Barang siapa memberi makan (untuk berbuka puasa) kepada orang-orang yang berpuasa, maka dia mendapatkan balasan keampunan atas dosa-dosanya dan pembebasan dari Neraka Jahanam.

Selain itu, dia juga memperoleh ganjaran yang sama sebagaimana ganjaran yang dikaruniakan atas orang yang berpuasa tersebut, tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang yang berpuasa itu.”

Sejenak Rasulullah saw berhenti, tiba-tiba, seseorang di antara-mereka mengeluh kepada beliau: Wahai Rasulullah, tidak semua di antara kami memiliki sesuatu yang bisa kami berikan kepada orang berpuasa untuk berbuka.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved