TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Polisi Kaltim Ungkap Prostitusi di Bawah Umur, ''Badannya Besar''

Dari pengakuan Reni, korban sendirilah yang meminta pekerjaan kepadanya, karena saat itu korban mengaku kepadanya butuh pekerjaan.

Polisi Kaltim Ungkap Prostitusi di Bawah Umur, ''Badannya Besar''
TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER DESMAWANGGA
Pelaku saat berada di ruang penyidik Polsekta Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (19/5/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Satreskrim Polsekta Samarinda Ilir terus melakukan pendalaman terhadap hasil pengungkapan kasus perdagangan anak yang dilakukan oleh dua wanita penghibur di kawasan Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Pelaku yang berhasil diamankan di antaranya Reni Sarah (28) warga jalan Gunung Lingai, Samarinda Utara dan Nurwanda (28) warga jalan Batu Timbau, Kutim.

Dari pengakuan Reni, korban sendirilah yang meminta pekerjaan kepadanya, karena saat itu korban mengaku kepadanya butuh pekerjaan.

"Dia mau kerja juga, ya saya ajak kerja di tempat saya dan dia mau," ucapnya sambil berlinang air mata, Jumat (19/5/2017).

Lanjut dia menjelaskan, saat itu dirinya tidak mengira kalau korban masih dibawah umur, pasalnya badan korban seperti orang dewasa.

"Badannya besar, saya tidak kira kalau dia masih di bawah umur," tuturnya.

Kendati berhasil mengajak korban untuk bekerja di salah satu tempat karaoke di kawasan Batu Timbau, Kutai Timur, namun dirinya dan Nurwanda tidak mendapatkan upah.

Termasuk hasil bekerja korban, yang seluruhnya untuk korban.

"Tidak ada kami dapat bayaran, karena kami juga kerja di sana sama seperti dia (korban)," ucap Reni.

Untuk diketahui, Polsekta Samarinda Ilir mengungkap kasus perdagangan anak, setelah orangtua korban melaporkan telah kehilangan anaknya sejak April silam.

Pelaku berhasil diamankan pada Kamis (18/5/2017) di Kutai Timur.

Korban sendiri yang masih berusia 17 tahun dipekerjakan di salah satu tempat karaoke di kawasan Batu Timbau, Kutai Timur.

Selain melayani tamu yang bernyanyi, korban juga melayani tamu yang hendak berhubungan seksual.

"Walaupun korban tahu akan dipekerjakan, namun karena korban masih dibawah umur, tentu hal itu melanggar Undang-undang," ucap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Ipda Purwanto. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help