TribunKalteng/

Kabar Dunia

Soal Rencana Pemakzulan Trump, Republiken Mulai Angkat Bicara

Tindakan seperti itu, yang menghalang-halangi proses hukum adalah sebuah tindakan kriminal, pernah mendorong pemakzulan terhadap dua mantan Presiden A

Soal Rencana Pemakzulan Trump, Republiken Mulai Angkat Bicara
AFP PHOTO
Para pendemo berkumpul di depan Gedung Putih, Washington, Rabu (10/5/2017) memprotes pemecatan Direktur FBi James Comey oleh Presiden AS Donald Trump. 

TRIBUNKALTENG.COM, WASHINGTON - Kubu Partai Republik, Amerika Serikat, mulai angkat bicara tentang kemungkinan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump.

Langkah kaum Rebupliken itu muncul setelah ada laporan bahwa Trump meminta James Comey, ketika masih menjabat Direktur FBI, untuk menghentikan penyelidikan atas kaitan mantan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Michael Flynn dengan Rusia.

Anggota Kongres dari Republik, Justin Amash, mengatakan kepada The Hill pada Rabu (17/5/2017) bahwa jika ada laporan tentang tekanan Trump terhadap Comey, maka layak untuk melakukan impeachment kepada Trump.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, perwakilan Partai Republik Carlos Curbelo menyamakan langkah Trump – yang diduga menekan Comey untuk membatalkan penyelidikan atas Flynn – dengan tindakan menghalangi-halangi proses hukum (obstruction of justice).

Tindakan seperti itu, yang menghalang-halangi proses hukum adalah sebuah tindakan kriminal, pernah mendorong pemakzulan terhadap dua mantan Presiden AS, Richard Nixon dan Bill Clinton.

"Obstruction of Justice dalam kasus Nixon, dan dalam kasus Clinton di akhir tahun 1990-an, telah dilihat sebagai pelanggaran yang bisa membawa pemakzulan," kata Curbelo.

Kedua anggota Kongres AS tersebut telah mengkritik Trump dan mengaku tidak memilih Trump dalam Pilpres AS 2016.

Fakta bahwa kaum Republiken sekarang mulai mewacanakan impeachment terhadap Trump itu adalah sebuah dampak dari skandal terbaru Trump.

Menurut New York Times, Comey telah menulis dalam sebuah memonya bahwa Trump berkata kepadanya, "Saya harap Anda bisa melihat dengan jelas dengan membiarkan Flynn melenggang."

Keberadaan memo tersebut, yang dilaporkan ditulis Comey sendiri, menunjukkan bahwa Trump telah berusaha untuk mempengaruhi penyelidikan terhadap bawahannya, sekutunya, dan Rusia.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help