TribunKalteng/

Ayah-Bunda, Sering Teriak Memarahi Anak Dampaknya Seperti ini!

Anak-anak yang lebih tua akan terlihat lebih dewasa, tapi keduanya justru tidak mendengarkan apa yang dikatakan orangtuanya.

Ayah-Bunda, Sering Teriak Memarahi Anak Dampaknya Seperti ini!
NAKITA.GRID.ID
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Menjadi orangtua adalah salah satu dari sedikit posisi di mana berteriak rasanya wajib.

Pertanyaannya bukan mengapa orangtua berteriak, pasti ada sejuta alasan tapi apa dampaknya bagi anak.

Dan konsensus ilmiah yang kian berkembang adalah bahwa berteriak atau membentak membuat anak-anak menjadi lebih agresif dan lebih gelisah.

Menurut Dr. Laura Markham, pendiri Aha! Parenting dan penulis Peaceful Parent, Happy Kids: How to Stop Yelling and Start Connecting, berteriak adalah sesuatu yang bisa kita tinggalkan. 

Lawan, Lari, atau Diam

Laura mengatakan bahwa meskipun orangtua yang berteriak tidak merusak otak anak-anak, mereka mengubahnya.

"Katakanlah selama pengalaman menenangkan, neurotransmiter otak merespons dengan mengirimkan biokimia yang menenangkan agar kita aman. Saat itulah anak sedang membangun jalur saraf untuk tenang."

"Anak itu melepaskan biokimia yang mengatakan ingin melawan, lari, atau diam. Mereka mungkin akan memukul Anda. Mereka mungkin melarikan diri. Atau mereka hanya diam. Tidak ada yang bagus untuk pembentukan otaknya," katanya.

Jika tindakan itu terjadi berulang kali, perilaku tersebut dapat berubah menjadi kebiasaan.

Berteriak Bukanlah Bentuk Komunikasi 

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help