TribunKalteng/

Kalteng Kita

Perempuan Ini Kedapatan Bawa 700 Butir Zenith ke Rutan Palangkaraya

Hasilnya, ditemukan obat terlarang berupa zenit sebanyak 7 bungkus, teridiri 1 bungkus berisi 10 strip dan 1 strip 10 butir sehingga total keseluruhan

Perempuan Ini Kedapatan Bawa 700 Butir Zenith ke Rutan Palangkaraya
istimewa
Wahidah didampingi petugas menunjukkan barang bukti 700 pil zenith yang gagal dimasukkannya ke Rutan Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Beragam cara orang memasukkan narkoba ke balik jeruji besi. Itu pula yang dilakukan Wahidah, sehingga warga warga Jalan Darmo Sugondo Kompleks Palangka Sari Palangkaraya ini harus berurusan dengan aparat hukum.

Peristiwa ini terjadi Kamis (4/5/2017) siang, saat Wahidah melakukan kunjungan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangkaraya.

Petugas yang melakukan pemeriksaan, berhasil menemukan 700 butir pil zenith yang disimpannya dalam kotak tisu dan kotak susu.

"Penyelidikan kasus ini kami serahkan kepada pihak Unit II Res Narkoba Polda Kalteng," ujar Kepala Rutan Kelas II A Palangkaraya Tunggul Buono seperti dikutip dari Humas Kemekum dan HAM Kalteng, Jumat (5/5/2017).

Tunggul menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika petugas Rutan mencurigai barang bawaan Wahidah yang ketika itu datang berkunjung sekitar pukul 11.00 WIB tanpa membawa KTP.

Saat memasuki pintu III/Karupam, petugas pun melakukan penggeledahan terhadap barang bawaannya.

Hasilnya, ditemukan obat terlarang berupa zenit sebanyak 7 bungkus, teridiri 1 bungkus berisi 10 strip dan 1 strip 10 butir sehingga total keseluruhan 700 butir.

Mendengar informsi tersebut, Kepala Divisi Pemasyarakatan Anthonius M Ayorbaba memerintahkan Kabid Pembinaan dan Kasubbid Kamtib Kantor Wilayah untuk segera mendatangi Rutan untuk dibuatkan laporan khusus kepusat atas keberhasilan dalam pemberantasan peredaran narkoba.

Menurut Anthon, hal ini menjadi penting untuk diberitakan ke publik agar masyarakat luar tahu bahwa Pemasyarakatan Kalteng selalu mendukung program pemerintah pusat maupun daerah dalam upaya pemberantasan narkoba sampai keakar-akarnya.

"Kita harus bisa menjadi Pemasyarakatan yang SMART, PASTI dan BERSINAR sehingga Pemasyarakatan benar-benar menjadi pengayom bagi masyarakat khususnya bagi WBP," kata dia. (*)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help