TribunKalteng/

Sugianto Sabran Tak Mau Pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya hanya Wacana

Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, berharap agar wacana pemerintah untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya tidak sekadar w

Sugianto Sabran Tak Mau Pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya hanya Wacana
KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA
Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, saat ditemui wartawan di rumah dinasnya di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (1/5/2017).(KOMPAS.com/KURNIA SARI AZIZA) 

TRIBUNKALTENG.CO, PALANGKARAYA - Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran, berharap agar wacana pemerintah untuk memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Palangkaraya tidak sekadar wacana.

Pasalnya, wacana pemindahan ibu kota itu merupakan keinginan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno.

"Kami berdoa, saya tidak ingin pemindahan ibu kota ini hanya wacana. Ini adalah cita-cita pendiri bangsa ini, Soekarno," kata Sugianto, kepada wartawan, di rumah dinasnya di Palangkaraya, Senin (1/5/2017).

Dia berharap Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dapat merealisasikan wacana ini. Baik itu di periode pertama atau kedua, jika Jokowi menjabat kembali sebagai Presiden.

Secara geografis, Provinsi Kalimantan Tengah terletak di tengah-tengah Indonesia. Selain itu, lanjut dia, Kalimantan Tengah termasuk provinsi yang tak mudah terkena bencana alam, termasuk gempa bumi.

"Kalimantan Tengah ini potensinya luar biasa. Tidak semiskin yang orang-orang bilang," kata Sugianto.

Selain itu, dia menjanjikan akan banyak pembangunan infrastruktur jika ibu kota dialihkan ke Palangkaraya. Hal itu dapat terjadi jika ditunjang dengan anggaran dari pemerintah pusat atau APBN.

"Insya Allah, Kalteng akan menyumbang untuk pembangunan. Membangun Kalteng berarti menyumbang perekonomian warga nya juga," kata Sugianto.

Sejak era Bung Karno, wacana pemindahan Ibu Kota ke Palangkaraya sudah mencuat. Kini, wacana itu kembali muncul. Presiden Jokowi sudah memberikan instruksi kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas untuk mengkaji rencana itu.

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa kajian itu akan rampung pada 2019 mendatang. Dasar kajian itu yakni fakta bahwa pembangunan ekonomi antara di Pulau Jawa dengan pulau lainnya tidak seimbang.

Pembangunan di Pulau Jawa lebih tinggi daripada di pulau lainnya di Indonesia. Jika hasil kajian menunjukkan Ibu Kota dipindahkan ke Palangkaraya, maka kantor pemerintahan saja yang dipindahkan ke sana.

Sementara, Jakarta akan menjadi pusat bisnis serta keuangan. Di Kota Palangkaraya, akan dibangun Kantor Presiden serta kantor kementerian. (*)

Editor: Ernawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help