Kalteng Kita

Empat Pengedar Sabu dan Narkoba Ini Terancam Hukuman Mati

Dikatakan dia, total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 212,58 gram campuran antara bubuk sabu dan bubuk pil ekstasi dalam operasi yang dilaksanak

Empat Pengedar Sabu dan Narkoba Ini Terancam Hukuman Mati
tribunkalteng.com/faturahman
Empat tersangka dalam kasus pengedar narkoba antara lain adalah Rohadi Raya yang memiliki sebanyak 14 butir pil ekatasi dan 64 ,15 gram sabu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Sebanyak 212, 58 gram Bubuk Pil Ekstasi dan Sabu, tangkapan Ditres Narkoba polda Kalimantan Tengah, Jumat (21/4/2017) dimusnahkan.

Pemusnahan yang mengundang BNN, Balai POM, Perwakilan Pemprov Kalteng, dan sejumlah intansi lainnya terssebut, agar barang bukti tidak menguap atau rusak.  Hanya sebagian saja yang diambil untuk sampel barang bukti dalam persidangan terhadap empat orang pelaku pengedar sabu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, yang memimpin langsung pemusnahan barang bukti narkoba tersebut.

"Ada tiga tersangka dalam kasus ini mereka adalah Rohadi Raya yang memiliki sebanyak 14 butir pil ekatasi dan 64 ,15 gram sabu. Selain itu juga ada, Evi Puspitawati yang memiliki sebanyak 20,45 gram sabu dan 63 butir pil ekstasi."ujarnya.

Dikatakan dia, total barang bukti yang dimusnahkan sebanyak 212,58 gram campuran antara bubuk sabu dan bubuk pil ekstasi dalam operasi yang dilaksanakan mulai tanggal 5 -20 Maret 2017 tersebut.

"TKP penangkapan terhadap pelaku ada yang di Pangkalanbun dan ada juga yang di Pangkalan Lada Kobar, serta satu TKP lagi di Jalan Murjani Palangkaraya,Kalimantan Tengah."ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng.

Jajaran Penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, mengenakan pasal 114 ayat (2) jo pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman dari penerapan pasal tersebut adalah pidana hukuman mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum ditambah sepertiga dari paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, Jumat (21/4/2017) mengungkapkan, pihaknya mengenakan pasal tersebut, namun untuk keputusannya akan ditentukan dalam persidangan di Pengadilan.

Empat tersangka dalam kasus pengedar narkoba tersebut mereka adalah Rohadi Raya yang memiliki sebanyak 14 butir pil ekatasi dan 64 ,15 gram sabu.

Selain itu juga ada, Evi Puspitawati yang memiliki sebanyak 20,45 gram sabu dan 63 butir pil ekstasi dia ditangkap bersama Amriansyah Nur juga pengedar serta Richard Purba alias Ucok yang memiliki sebanyak 102, 28 gram sabu. (*)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help