TribunKalteng/

Kalteng Kita

Presiden Banding Setelah Kalah Digugat Soal Asap, Penggugat Ajukan Keberatan

Kamis (20/4/2017), para penggugat warga negara (citizen lawsuit) menyampaikan nota keberatan atas pernyataan banding pemerintah.

Presiden Banding Setelah Kalah Digugat Soal Asap, Penggugat Ajukan Keberatan
Tribun Kalteng/Fathurahman
Ketua Walhi Kalteng, Arie Rompas dan pengacaranya saat rilis penolakan banding dari pemerintah atas gugatan mereka yang dimenangkan majelis hakim PN Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Kamis (20/4/2017), para penggugat warga negara (citizen lawsuit) menyampaikan nota keberatan atas pernyataan banding pemerintah.

Nota keberatan tersebut disampaikan setelah kepaniteraan Pengadilan Negeri Palangkaraya menerima pernyataan dari tergugat pemerintah yakni Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri Kesehatan dan Gubernur Kalimantan Tengah.

Nota keberatan atas pernyataan banding tersebut disampaikan kepada Majelis Hakim Banding Pemeriksa Putusan Pengadilan Negeri Palangkaraya No 118/0dt.G/LH/ 2016/PN Plk melalui kepaniteraan Pengadilan Negeri Palangkaraya.

Sebelumnya, pada 6 Maret 2017, PN Palangkaraya mengabulkan sebagian gugatan warga negara (citizen lawsuit) kepada pemerintah Presiden, empat kementerian Gubernur Kalteng dan DPRD Kalteng.

Majelis Hakim dalam putusannya mempertimbangkan fakta-fakta sejak tahun 1997 kebakaran hutan terjadi hampir setiap tahun dan telah merugikan kesehatan masyarakat serta mengganggu iklim usaha di Kalteng.

Ketua Walhi Kalteng, Arie Rimpas sebagai salah satu penggugat dalam gugatan warga menyesalkan upaya pemerintah menyampaikan banding.

"Setelah bertahun-tahun warga Kalteng terabaikan haknya atas lingkunga hidup tahun ini kami mengajukan gugatan untuk menuntut hak konstitusional ke pengadilan dan dikabulkan," ujarnya.

Sedangkan, Muhnur Satyahaprabu, salah satu kuasa hukum penggugat, mengatakan, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari panitera pengadilan terkait memori banding pemerintah tersebut dan meyayangkan dan menyatakan keberatan atas banding tersebut.

Alasanya, yang diminta penggugat secara prinsip hanyalah permohonan maaf kepada warga.

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help