Kalah di Turin Penyebab Kalahnya Barcelona di Kandang, Kata Enrique

timnya telah berusaha maksimal untuk dapat mencetak gol, membalikkan keadaan, dan lolos ke semifinal.

Kalah di Turin Penyebab Kalahnya Barcelona di Kandang, Kata Enrique
Pelatih Barcelona, Luis Enrique, berbicara dalam jumpa pers di di Sports Center FC Barcelona Joan Gamper pada 3 Maret 2017. (LLUIS GENE / AFP) 

TRIBUNKALTENG.COM - FC Barcelona gagal melangkah ke semifinal Liga Champions setelah tidak berhasil menemukan cara untuk mencetak gol di dua laga melawan Juventus.

Barcelona mengalami kekalahan 0-3 pada leg pertama yang berlangsung di Juventus Stadium.

Pada partai penentuan di Camp Nou, Rabu (19/4/2017) waktu setempat, Lionel Messi dkk juga tidak mampu memecahkan kebuntuan. Pertandingan itu pun berakhir dengan skor imbang 0-0.

Bagi pelatih Barcelona, Luis Enrique, timnya telah berusaha maksimal untuk dapat mencetak gol, membalikkan keadaan, dan lolos ke semifinal.

Namun, hal itu tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkannya.

"Kami sudah mengupayakan segalanya hingga akhir pertandingan. Kami tetap tidak bisa memenangi pertandingan," ujar Enrique seperti dilansir AS.

"Kami berusaha dengan segenap kekuatan, tetapi tidak bisa menemukan cara mencetak gol," ucapnya. 

Enrique menilai penyebab utama kegagalan Barcelona adalah saat anak asuhnya tampil buruk pada leg pertama sehingga timnya kesulitan untuk bisa membalikkan keadaan di Camp Nou.

"Penampilan buruk kami di Turin harus dibayar sangat mahal. Saya akan mengingat apa yang terjadi di Juventus Stadium," ucap pelatih asal Spanyol ini.

Kegagalan di Liga Champions membuat fokus Enrique kini kembali ke persaingan di La Liga.

Saat ini, tim berjulukan Blaugrana itu menempati posisi kedua klasemen sementara dengan kemasan 72 poin atau terpaut tiga angka dari Real Madrid di puncak klasemen.

"Saya senang memungkinkan bekerja di klub yang selalu ingin menang. Sungguh ini bukan malam yang baik bagi fans Barcelona, tetapi kami akan berjuang hingga akhir," kata Enrique.

Editor: Halmien
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help