TribunKalteng/

Kabar Dunia

Tujuh Orang Terluka setelah SPBU di Mindanao Selatan Dibom

Ledakan terjadi di salah satu wilayah Mindanao yang selama ini memang selalu dirundung serangan pemberontak Muslim dan memiliki tingkat kerawanan ting

Tujuh Orang Terluka setelah SPBU di Mindanao Selatan Dibom
AFP PHOTO
Gerilyawan Muslim Moro (MILF) di Mindanao, Filipina Selatan 

TRIBUNKALTENG.COM, MANILA – Tujuh orang terluka akibat dua bom meledak di sebuah stasiun pengisian bahan bakar minyak di kota Tacurong, Mindanao selatan, Filipina.

Menurut polisi Filipina, Selasa (18/4/2017), sebuah bahan peledak dilemparkan ke atas stasiun pengisian bahan bakar di Tacurong, Pulau Mindanao pada Senin (17/4/2017) malam.

Ledakan pertama tidak menyebabkan jatuhnya korban, sebagaimana dilaporkan Agence France-Presse.

Wilayah Mindanao selatan telah lebih dari satu dekade dirundung pemberontakan kelompok separatis garis keras.

Dua tentara, tiga polisi, dan dua warga sipil menderita luka-luka akibat ledakan kedua yang terjadi beberapa menit kemudian, yakni saat petugas keamanan hendak mengamankan area ledakan pertama.

Menurut juru bicara kepolisian setempat di Mindanao, Superintenden Romeo Galgo, dua tersangka telah ditangkap. Namun, identitas dan motif serangan itu masih dalam penyelidikan aparat.

"Kami belum dapat menyimpulkan bahwa ini sebuah aksi terorisme. Kami sedang menyelidiki dari semua sudut pandang karena ada ancaman kelompok-kelompok di sekitar area tersebut,” kata Galgo merujuk pada sejumlah kelompok pemberontak Muslim di daerah paling bergolak di Prvinsi Maguindanao.

Kota-kota lain di sekitar Tacurong merupakan basis pemberontak komunis, salah satu kelompok pemberontak paling tua dan boleh jadi ledakan itu juga terkait dengan kelompok ini. Semuanya masih dalam penyelidikan.

Ledakan terjadi di salah satu wilayah Mindanao yang selama ini memang selalu dirundung serangan pemberontak Muslim dan memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Mindanao adalah tanah air leluhur minoritas Muslim Filipina, negara yang sebagian besar penduduknya beragama Katolik.

Front Pembebasan Islam Moro (MILF), organisasi pemberontak Muslim terbesar, sedang dalam pembicaraan damai dengan pemerintah.

Namun, geng ekstremis lain yang telah berjanji setia kepada kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) secara rutin melakukan pemboman dan penculikan.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help