Kalteng Kita

Tambang Galian C Diperketat, Ini Dampak yang Dirasakan Warga Palangkaraya

Para penambang galian C khususnya pasir yang selama ini nekat beroperasi padahal belum mengantongi izin tidak berani lagi beroperasi, karena takut

Tambang Galian C Diperketat, Ini Dampak yang Dirasakan Warga Palangkaraya
tribunkalteng.com/faturahman
RUSAK - Salah satu lokasi tambang galian C di Pinggiran Kota Palangkaraya yang mengalami kerusakan akibat belum ada upaya reklamasi kawasan.(faturahman) 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah sejak dua pekan terakhir mengaku kesulitan dalam mebdapatkan bahan galian C berupa pasir untuk membangun rumah.

Kesulitan warga dalam mencari bahan material bangunan tersebut, karena adanya pengetatan aturan tentang tambang galian C oleh aparat kepolisian.

Para penambang galian C khususnya pasir yang selama ini nekat beroperasi padahal belum mengantongi izin tidak berani lagi beroperasi, karena takut kena razia.

"Kemarin ada mogok sopir truk pengangkut galian C, mereka memang sudah tidak bekerja sekitar dua minggu ini, karena adanya pengetatan aturan."ujar Soni, warga jalan Tjilik Riwut, Jumat (14/4/2017).

Menurut dia, selama ini pasir yang ada di lahan warga dijual ke pemilik truk dengan harga per satu truk berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp400 ribu, bersih sampai rumah pembeli.

"Namun ketika, ramai razia galian C, maka para pemilik lahan yang di atasnya ada potensi galian C atau paair pada takut menggali, karena belum ada ijin dan bila nekat maka akan kena razia, inilah akhirnya warga sulit mencari pasir."ujarnya lagi. (*)

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help