TribunKalteng/

Biaya Pengobatan Novel Baswedan di Singapura dari APBN

Febri mengatakan, KPK telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan melalui surat yang ditembuskan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden

Biaya Pengobatan Novel Baswedan di Singapura dari APBN
kompas.com
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menaiki ambulan saat akan dibawa ke RS Jakarta Eye Center dari RS Mitra Kekuarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center untuk menjalani perawatan lanjutan usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

TRIBUNKALTENG.COM, SINGAPURA - Pengobatan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bakal menelan biaya besar. Apalagi, pengobatan Novel dilakukan di Singapura.

Penelusuran Tribun, Novel Baswedan mendapat perawatan dokter Singapura National Eyed Centre. Novel pun dirawat inap di Singapore General Hospital. Kedua rumah sakit tersebut memiliki biaya tersendiri.

Seorang petugas di pelayanan pasien internasional di Singapura National Eyed Centre mengatakan seorang pasien terlebih dahulu harus didiagnosa dokter. Setelah itu baru dokter mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menangani.

Untuk biaya, petugas yang tidak mau namanya disebutkan ini enggan merincinya. Namun, dari website resmi Singapura National Eyed Centre, untuk biaya senior konsultan bagi Singapura residen, permanen residen, dan foreign residen tercatat 123 dollar Singapura.

Sementara itu seorang petugas di Singapore General Hospital mengatakan untuk internasional pasien disediakan dua ruangan. Yaitu, ruang A1 khusus untuk satu pasien saja, dimana biayanya 470 Dollar Singapura per hari. Sedangkan untuk ruang B1 diperuntukkan empat pasien dengan biaya 321 Dollar Singapura per hari.

Nah, petugas ini melanjutkan, biaya tersebut tidak termasuk untuk biaya dokter, obat dan biaya lainnya.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memastikan biaya pengobatan Novel ditanggung negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Novel mendapatkan serangan berupa penyiraman diduga air keras oleh dua orang tidak dikenal, Selasa (11/4/2017).

"Biaya perawatan tetap dari APBN dan prosesnya menggunakan mekanisme keuangan negara," kata Febri.

Febri mengatakan, KPK telah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan melalui surat yang ditembuskan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Bahkan Presiden dan Wapres sangat perhatian soal ini. Jadi bukan semata fisik yang diserang tetapi perlu dipandang lebih luas. Jangan sampai teror terulang kembali," ujar Febri.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help