TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

HTI Kalbar Gelar Konfrensi Pers, Tepis Tuduhan Makar

Menurut Wandra Irvandi, HTI hanya melakukan aktivitas dakwah bukan makar oleh karena itu tuduhan makar merupakan tuduhan keji

HTI Kalbar Gelar Konfrensi Pers, Tepis Tuduhan Makar
TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pradana
Humas HTI Kalbar Wandra Irvandi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNKALTENG.COM, PONTIANAK - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Kalbar, melalui Humasnya Wandra Irvandi menepis tuduhan makar dan penolakan oleh beberapa ormas untuk acara Mashiroh Panji Rasulullah 1438 H yang akan diselenggarakan pada Sabtu (15/4/2017).

Sehubungan dengan berkembangnya isu dan upaya untuk menghentikan acara Mashiroh Panji Rasulullah 1438 H yang akan diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia khususnya di Pontianak tanggal 15 April 2017 termasuk tuduhan makar yang dialamatkan terhadap Hizbut Tahir.

Menurut Wandra Irvandi, HTI hanya melakukan aktivitas dakwah bukan makar oleh karena itu tuduhan makar merupakan tuduhan keji dan tidak berdasar dakwah yang dilakukan Hizbut Tahrir selalu mengikuti tahapan dan metode yang dicontohkan Baginda Muhammad Rasulullah Shalallahu Wassalam.

"Segala aktivitas Hizbut Tahrir adalah dakwah pemikiran dan tanpa kekerasan, apa yang dilakukan disebut adalah berupaya menumbuhkan kesadaran seluruh komponen umat kaum muslim akan wajib dan pentingnya kembali kepada hukum Allah sebaik-baiknya hukum untuk mengatur seluruh aspek kehidupan sekaligus mengajak mereka ikut berjuang mewujudkannya," ujarnya.

Menurutnya pula semua hal tersebut Hizbut Tahrir tempuh dengan melakukan pembinaan di tengah-tengah umat, menjelaskan rusak dan hancurnya kehidupan ketika tidak diatur dalam hukum Islam, termasuk mengungkap agenda pihak-pihak yang ingin menimbulkan moderat terhadap kaum muslim.

"Sekali lagi, semua itu dilakukan secara intelektual dan tanpa kekerasan. Dengan demikian, aktivitas seperti menjadikan negara dalam negara aktivitas bersenjata berupaya menduduki Istana Negara dengan masuk memaksa presiden mengundurkan diri atau menduduki gedung MPR atau DPR dengan maksud serupa Bukanlah materi dan bagian dakwah disebut tahrir, Oleh karena itu metode yang dilakukan Hizbut Tahir dalam mengemban dakwah tidak pernah melakukan makar karena memang tidak dicontohkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam," ungkapnya.

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help