TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Anggota Satreskoba Polres Samarinda Ditembak karena Diduga Jadi Pengedar Narkoba

Personil gabungan yang jumlahnya delapan orang itu, mengamankan seorang oknum anggota Satreskoba Polresta Samarinda, atas nama Bripka Khoirul Anam.

Anggota Satreskoba Polres Samarinda Ditembak karena Diduga Jadi Pengedar Narkoba
tribunkaltim.co/ Christoper D
Oknum anggota Satreskoba Polresta Samarinda, yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba, diamankan tim gabungan kepolisian dari Polda Kaltim dan Polresta Samarinda, Kamis (13/4/2017). IST 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Setelah Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda mengamankan pelaku peredaran narkoba, yang menyamar sebagai anggota Mabes Polri, pada kamis (6/4) silam.

Kali ini, jajaran kepolisian dari Polda Kaltim dan Polresta Samarinda mengamankan seorang oknum anggota Polri yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba di kota tepian (sebutan Samarinda).

Pengungkapan tersebut dilakukan pada Rabu (12/4/2017) malam, sekitar pukul 23.45 wita, di simpang empat mall Lembuswana.

Personil gabungan yang jumlahnya delapan orang itu, mengamankan seorang oknum anggota Satreskoba Polresta Samarinda, atas nama Bripka Khoirul Anam.

Saat itu, personil gabungan yang berasal dari satuan Subbida Paminal Bidpropam Polda Kaltim dan Paminal Resta Samarinda, berhasil mengamankan barang bukti sabu sebanyak sekitar 10 gram, yang ditaruh oknum polisi itu di jok mobil depan sebelah kiri, yang ia gunakan.

Tak berhenti disitu saja, namun kepolisian langsung melakukan pengembangan, dengan mendatangi kediaman yang bersangkutan, di jalan Damanhuri, Perumahan Tamindung Permai, Samarinda Utara.

Bahkan, dalam pengembangan itu, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto turut hadir untuk melakukan pengembangan.

"Personil gabungan dari Polda dan Polres, yang bersangkutan ini memang anggota Polres di satuan Satreskoba. Dan, ternyata diketahui dia ini juga sebagai pengedar," ungkap Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto, Kamis (13/4/2017).

Setelah dilakukan penggeledahan di kediamannya, aparat menemukan sabu seberat sekitar 35 gram yang disembunyikan di sela tempat tidur, lalu 3 timbangan digital, sendok penakar, 4 pipet kaca, plastik klip, dan uang tunai senilai Rp 63.030.000, serta 15 buku tabungan.

"Kita kembangkan lagi tangkapan ini, dan saat ini saya belum bisa katakan apakah dia merupakan kaki tangan bandar, atau yang melindungi bandar, kita dalami lagi pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," ungkapnya.

"Saya sempat ikut pengembangan ke rumahnya, dan memang ditemukan barang bukti narkoba lagi, serta timbangan dan alat hisap, termasuk uang tunai," tambahnya.

Bahkan, saat proses penangkapan diketahui oknum anggota kepolisian yang sempat bertugas di Polsekta Samarinda Utara, tidak kooperatif, dan mencoba untuk melakukan perlawanan, sehingga kepolisian terpaksa memberikan timah panas, ke arah paha kiri, yang tembus ke paha kanan tersangka.

"Melakukan perlawanan dan tidak kooperatif, jadi anggota terpaksa keluarkan tembakan, dan setelah itu langsung di bawa ke rumah sakit untuk di operasi," tutur mantan Kasat Brimob Polda Sulawesi Tengah itu kepada awak media. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help