TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Menyaru Jadi Anggota Mabes Polri, Pengedar Narkoba di Samarinda Ini Bikin Kaget BNNK

Bahkan, guna meyakinkan bahwa pelaku merupakan seorang anggota kepolisian, dirinya melengkapi diri dengan atribut kepolisian

Menyaru Jadi Anggota Mabes Polri, Pengedar Narkoba di Samarinda Ini Bikin Kaget BNNK
tribunkalteng.com/fathurahman
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Sindikat peredaran narkoba di kota tepian (sebutan Samarinda) sudah semakin mengkhawatirkan, pasalnya para pelaku tak segan menggunakan segala cara untuk dapat memuluskan langkahnya mengedarkan narkoba.

Belum lama ini, pada kamis (6/4) silam, tim Berantas Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda berhasil mengamankan dua pelaku, diantaranya bernisial MS (30) dan RM (28), dengan barang bukti sabu seberat 22,96 gram.

Bahkan, guna memuluskan langkahnya, MS nekat menyamar sebagai anggota Mabes Polri. Bahkan, guna meyakinkan bahwa pelaku merupakan seorang anggota kepolisian, dirinya melengkapi diri dengan atribut kepolisian, diantaranya lambang kewenangan Polri, air soft gun dan badge Mabes Polri, serta borgol plastik.

"Saat mau melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan, anggota di lapangan sempat kaget ketika melihat tersangka MS mempunyai badge Mabes Polri, tetapi setelah diamankan, baru terlihat bahwa yang bersangkutan polisi gadungan," ungkap Kepala BNNK Samarinda, AKBP Siti Zaekhomsyah, Rabu (12/4/2017).

Sebelum berhasil mengamankan MS yang merupakan seorang bandar sabu, terlebih dahulu personil BNNK, mengamankan seorang kurirnya di jalan KH Wahid Hasyim, yakni RM.

Kabid Pemberantasan BNNK Samarinda, Kompol Risnoto menambahkan, saat hendak diamankan, MS langsung mengungkap identitasnya sebagai anggota kepolisian, dengan menujukan atribut kepolisian, bahkan MS sempat mengatakan, kalau dirinya sering dijadikan sebagai informan anggota kepolisian.

"Saat kami mau amankan, dia sempat panggil saya komandan, dan mengaku anggota polisi. Tapi, setelah itu mencoba melarikan diri, dan anggota sempat mengeluarkan tembakan peringatan, dan berhasil kami amankan setelah pelaku terjatuh," tuturnya.

Untuk diketahui, selama ini pelaku telah beraksi selama empat tahunan, dan atribut kepolisian itu digunakan sebagai langkah untuk mempermudah aksinya memperjual belikan narkoba.

"Padahal kalau memang anggota betulan, mau saya langsung bawa ke Propam Polda, tapi setelah diperiksa, ternyata gadungan. Dan, dari MS kita dapatkan 7 poket sabu seberat 12,63 gram," ungkapnya. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help