TribunKalteng/

Kabar Dunia

Ini Klaim AS Setelah Serangan Tomahawk ke Suriah

Pada Jumat pekan lalu, Amerika Serikat menembakkan 60 rudal tomahawk ke pangkalan angkatan udara Shayrat di dekat Homs, Suriah.

Ini Klaim AS Setelah Serangan Tomahawk ke Suriah
nbcnews
Kapal perang AS meluncurkan rudal jelajah Tomahawk. 

TRIBUNKALTENG.COM, WASHINGTON DC - Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, Senin (10/4/2017), mengatakan, serangan rudal tomahawk yang dilakukan pekan lalu telah menghancurlan seperlima pesawat tempur milik pemerintah Suriah.

Pernyataan Mattis ini dikeluarkan dalam pertemuan tingkat menteri negara-negara G7 di Italia untuk mengirimkan pesan yang "jelas dan terkordinasi" untuk Rusia.

"Amerika Serikat tak akan tinggal diam di saat Assad membunuh rakyatnya dengan menggunakan senjata kimia yang dilarang dunia internasional dan dinyatakan telah dihancurkan," ujar Mattis.

"Pemerintah Suriah akan mendapat peringatan keras agar jangan menggunakan lagi senjata-senjata kimia," Mattis menegaskan.

Pada Jumat pekan lalu, Amerika Serikat menembakkan 60 rudal tomahawk ke pangkalan angkatan udara Shayrat di dekat Homs, Suriah.

Serangan itu disebut pemerintah AS karena pangkalan tersebut digunakan AU Suriah untuk melakukan serangan senjata kimia di provinsi Idlib yang menewaskan 72 orang.

Iran dan Korea Utara mengecam aksi Washington itu dan langsung melakukan pembicaraan dengan Moskwa mengenai masalah ini.

Menlu AS Rex Tillerson dijadwalkan akan mengunjungi Rusia pada Selasa (11/4/2017) untuk melakukan pembicaraan dengan Menlu Sergei Lavrov.

Masalah serangan senjata kimia di Suriah diduga akan menjadi topik utama pembicaraan kedua menteri luar negeri tersebut. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help