TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Banjir di Perbatasan Nunukan, Mahasiswa Kaltara Tuding Malaysia Sebagai Penyebab

Akibat dari peristiwa tersebut, aktivitas warga berhenti total, mulai dari proses belajar mengajar, hingga pertanian warga terancam gagal panen.

Banjir di Perbatasan Nunukan, Mahasiswa Kaltara Tuding Malaysia Sebagai Penyebab
Tribun Kaltim/Christoper Desmawangga
Mahasiswa asal Kalimantan Utara menggelar aksi damai sekaligus galang dana untuk korban banjir di kawasan perbatasan, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (5/4/2017). 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Puluhan mahasiswa asal Kalimantan Utara (Kaltara) yang tergabung dalam Aksi Mahasiswa Peduli Perbatasan (AMPP), menggelar aksi damai, serta galang dana di simpang mall Lembuswana, Rabu (5/4/2017).

Dalam orasinya, massa menyuarakan tentang keprihatinan mereka terhadap saudara maupun warga di perbatasan, Nunukan, yang terkena banjir, yang mengibatkan terhentinya aktivitas warga di sana, sejak awal April silam.

Massa menilai, banjir setinggi 3-4 meter itu, merupakan kiriman air dari Sabah, Malaysia karena pembangunan di Sabah sangat pesat.

"Air dari mereka mengalir ke sungai Sembakung, dan meluap ke pemukiman warga," ungkap Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Sebatik, Jusman, Rabu (5/4/2017).

"Selain melakukan orasi, kami juga galang dana, untuk warga yang terkana dampak banjir di sana (Nunukan)," tambahnya.

Lanjut dia menjelaskan, banjir menerjang 5 kecamatan yang terdapat di Nunukan, diantaranya Sembankung, Lumbis Ogong, Lumbis, Sembakung Atulai dan Sebuku, yang mengakibatkan lebih dari 50 desa terendam banir.

Akibat dari peristiwa tersebut, aktivitas warga berhenti total, mulai dari proses belajar mengajar, hingga pertanian warga terancam gagal panen.

"Rata-rata warga disana mata pencariannya bertani, dan lahan tani mereka saat ini terendam banjir, yang akibatkan mereka terancam gagal panen," ungkap mahasiswa Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Mulawarman (Unmul) tersebut.

"Sudah seharusnya pemerintah dapat menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah daerah maupun pusat seharusnya dapat segera merespon hal ini, jangan sampai timbul korban jiwa, karena kejadian ini bukan pertama kalinya, namun sudah berulang kali," tambahnya.

Massa pun menunut agar pemerintah pusat segera melakukan pembangunan infrastruktur sesuai dengan program Nawacita Jokowi, membangun negara dari pinggiran, lalu massa juga mendesak agar melakukan komunikasi dengan pemerintah Malaysia terkait masalah banjir ini, serta tanggap respon terhadap masalah banjir yang sudah terjadi berulang kali. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help