Pelecehan Seksual oleh Wakil Dekan Unair Jadi Gunjingan Teman Korban dan Sekolah

Karena berita kasus tersebut mulai berkembang, pihaknya khawatir jika adanya gunjingan akibat maraknya berita pelecehan seksual ini akan mempengaruhi

Pelecehan Seksual oleh Wakil Dekan Unair Jadi Gunjingan Teman Korban dan Sekolah
surya/fatkhul alamy
Tersangka IKS, Wakil Dekan III FKG Unair saat digelandang di Satreskrim Polrestabes Surabaya, Selasa (4/4/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya akan melakukan pendampingan terhadap anak di bawah umur yang menjadi korban pelecehan seksual (pedofil) oleh Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Gigi Unair berinisial IKM.

"Pendampingan korban akan kita lakukan bekerja sama dengan Pemprov Jawa Timur," ujar Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya Ana Fajriyatin, kepada Surya, Selasa (4/4/2017).

Untuk psikiater, yang diterjunkan berasal dari DP5A Jawa Timur. Sedangkan pihaknya, kata Ana akan membantu melakukan pendampingan dan pendekatan ke keluarga korban dan teman-temannya.

Korban diketahui merupakan siswa salah satu SMA swasta di Surabaya yang duduk di kelas sepuluh. Anak tersebut saat ini berusia 16 tahun.

Menurut Ana, saat ini dua orang tim dari DP5A sudah turun ke keluarga korban pedofil tersebut untuk mengetahui latar belakang keluarga dan kondisi anak.

Karena berita kasus tersebut mulai berkembang, pihaknya khawatir jika adanya gunjingan akibat maraknya berita pelecehan seksual ini akan mempengaruhi dan berdampak pada mental si anak.

Menurut wanita berkerudung ini, dalam pendampingan keluarga akan diberikan penanaman bagaimana berkomunikasi dengan korban.

Keluarga sebagai pihak terdekat dari korban itu harus bisa menjaga komunikasi. Jangan sampai justru membuat anak terpojokkan dan merasa minder.

"Penanganannya untuk berapa hari kita akan lihat. Sebab tergantung bagaimana mental anak. Yang jelas kita berupaya jangan sampai anak mengalami trauma," ucapnya.

Lebih lanjut, pemkot akan melakukan pendekatan ke teman-teman di sekolah SMA swasta tempat korban bersekolah.

Meski tidak mau menyebutkan sekolah asal si korban, menurut Ana, saat ini teman-teman korban sudah mulai membicarakan korban.

"Sekarang sudah ramai dan jadi gunjingan di kalangan sekolah. Makanya kita dampingi juga agar jangan sampai anak mengalami bullying," ucapnya.

Menurutnya korban pelecehan seksual di bawah umur ini akan dipertimbangkan untuk dimasukkan rumah aman (shelter) atau tidak.

Sebab nantinya akan dilihat tingkat kerawanan anak atas trauma dan kondisi lingkungan.

"Nggak semua harus dibawa ke shelter. Tapi kita akan lihat dulu hasil pendekatan awalnya dulu," pungkas Ana.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help