ITMG Optimistis Harga Batu Bara Tahun Ini Lebih Baik, Harga di Atas 60 Dollar AS Per Ton

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) optimistis harga batu bara tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu.

ITMG Optimistis Harga Batu Bara Tahun Ini Lebih Baik, Harga di Atas 60 Dollar AS Per Ton
net
ilustrasi tambang batu bara 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) optimistis harga batu bara tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian, kendati penjualan dipatok tidak terlalu jauh berbeda dari tahun lalu, namun laba ditaksir meningkat.

Pada tahun lalu, rata-rata harga jual batu bara atau average sales price (ASP) sebesar 51,0 dollar AS per ton, atau turun 10 persen dibandingkan ASP 2015 yang sebesar 56,4 dollar AS per ton. Akan tetapi, harga batu bara sudah membaik di paruh kedua 2016, yakni dari 49,9 dollar AS per ton pada kuartal-iii menjadi 59,8 dollar AS per ton pada kuartal-iv.

"Untuk rata-rata harga di 2017 kita perkirakan di atas 60 dollar AS per ton," kata Direktur Indo Tambangraya Jusnan Ruslan usai RUPS, di Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Sepanjang 2016, Indo Tambangraya menjual batu bara sebanyak 26,7 juta ton atau turun 5 persen dibandingkan 2015, yang sebesar 28,2 juta ton. Pada tahun ini Indo Tambangraya mematok penjualan sebanyak 27 juta ton.

Direktur Keuangan ITMG Yulius Kurniawan Gozali menjelaskan, pada 2016 pembeli terbesar ITMG adalah China yang mencapai 6,7 juta ton. Berturut-turut setelahnya yaitu Jepang (5,2 juta ton), domestik (3,7 juta ton), India (2,8 juta ton), dan Thailand (2,2 juta ton).

Menurut Yulius, harga batu bara di awal tahun ini masih cukup tinggi karena dampak dari akhir tahun 2016. Akan tetapi fluktuasi harga di bulan-bulan mendatang perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan kerugian derivatif.

"Perkiraan kontrak mendatang di-hedge di harga 3-4 dollar AS lebih rendah dari harga saat ini," kata Yulius.

Adapun status penjualan 2017 terbaru yaitu sebanyak 23 persen dari total volume harganya sudah ditetapkan, 28 persen dari total volume harganya mengikuti indeks (spot market), 10 persen dari total volume harganya masih negosiasi dan 39 persen dari total volume belum terjual. (KOMPAS.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved