TribunKalteng/

Wah Gawat! Robot akan Gantikan Sepertiga Pekerjaan Manusia di Inggris dan AS

Pesatnya perkembangan teknologi robot dan kecerdasan artifisial diprediksi bakal menggantikan pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh manusia.

Wah Gawat! Robot akan Gantikan Sepertiga Pekerjaan Manusia di Inggris dan AS
THINKSTOCK.COM

TRIBUNKALTENG.COM, NEW YORK - Pesatnya perkembangan teknologi robot dan kecerdasan artifisial diprediksi bakal menggantikan pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh manusia.

Bahkan, sepertiga pekerjaan di Inggris diperkirakan bakal digantikan oleh robot pada tahun 2030. Akibatnya, 10 juta warga Inggris dikhawatirkan akan kehilangan pekerjaan.

Akan tetapi, para wanita diyakini tidak terlalu berdampak terhadap pergeseran itu. Hal tersebut merupakan hasil studi yang dilakukan perusahaan riset internasional Pricewaterhouse Coopers (PwC).

Mengutip CNBC, Senin (27/3/2017), studi tersebut menemukan bahwa 30 persen pekerjaan di Inggris bisa menghadapi otomasi, sementara di Amerika Serikat mencapai 38 persen, di Jerman 35 persen, dan di Jepang 21 persen.

Meskipun demikian, para peneliti meyakini bahwa otomasi tidak serta merta berdampak kepada sedikitnya serapan tenaga kerja. Pasalnya, pekerjaan cenderung akan bergeser ketimbang hilang.

Namun, ada perbedaan yang jelas antara pegawai pria dan wanita. PwC mengestimasikan 35 persen pekerjaan pria berisiko digantikan robot ketimbang 28 persen pekerjaan wanita. Ini disebabkan banyaknya wanita yang bekerja di sektor yang membutuhkan keahlian sosial, seperti sektor pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, pria juga lebih terkonsentrasi pada pekerjaan yang membutuhkan tingkat pendidikan lebih rendah, seperti transportasi dan manufaktur.

Kepala Ekonom PwC John Hawksworth menyatakan, di masa depan pegawai baik pria dan wanita akan harus lebig adaptif. Mereka tidak boleh terjebak dalam stereotipe.

"Ini bisa menjadi kesempatan bagi pria dan wanita untuk mendobrak batasan gender dan menaikkan karier mereka, dengan cara meningkatkan keahlian atau mengakses kesempatan pelatihan," ujar Hawksworth.

Akan tetapi, belum jelas apakah perubahan ini bisa memberikan dampak bagi perbedaan gaji karena gender. Data Lembaga Statistik Nasional Inggris menunjukkan, gaji pegawai wanita 18 persen lebih rendah dibandingkan gaji pegawai pria di Inggris pada tahun 2016. (KOMPAS.com)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help