TribunKalteng/

Kalteng Kita

Ya Tuhan! Wajah Anak Penderita Bibir Sumbing Sampai Ditutupi Sarung

Rizky Badjuri menegaskan, pada dasarnya kegiatan yang mereka lakukan murni sebagai aksi sosial kemasyarakatan.

Ya Tuhan! Wajah Anak Penderita Bibir Sumbing Sampai Ditutupi Sarung
Istimewa

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Memiliki anak yang lahir tanpa cacat adalah harapan setiap orangtua. Tapi ketika ini terjadi pada sang anak, tak semua orang bisa menerima kekurangan tersebut.

Fenomena ini yang sempat disaksikan Rizky Ramadhana Badjuri, pengelola Kopi Jos Palangkaraya dalam sebuah kegiatan operasi bibir sumbing yang mereka gelar.

"Pernah kami menemukan ada orangtua yang sampai menutupi muka anaknya yang menderita bibir sumbing dengan sarung. Mungkin bagi sebagian orang ini dianggap aib dan inilah yang menjadi salah satu motivasi kami betapa pentingnya mengembalikan kepercayaan diri mereka, tidak hanya pada penderita tapi juga keluarganya," ujar Rizky Badjuri, Rabu (22/3/2017).

Baca: Kopi Jos Kembali Gelar Operasi Bibir Sumbing, Masih Terbuka Kesempatan Daftar!

Bersama Smile Train, Kopi Jos Palangkaraya kembali akan menggelar operasi bibir sumbing.

Kali ini, lokasinya adalah RSUD Mas Amsyar Kasongan, Kabupaten Katingan pada 24-26 Maret 2017.

Kegiatan tersebut merupakan yang keempat kalinya digelar, setelah dua kali di Kota Palangkaraya dan Muarateweh, Kabupaten Barito Utara.

Rizky Badjuri menegaskan, pada dasarnya kegiatan yang mereka lakukan murni sebagai aksi sosial kemasyarakatan.

Dia juga memastikan, tidak memungut sepeserpun biaya dari kegiatan dimaksud karena semua penderita yang mengikuti program digratiskan. Meski untuk setiap kali penanganan operasi bibir sumbing itu, pihaknya mendatangkan dokter bedah umum, dokter ahli kosmetik, dan dokter ahli anastesi, berikut beberapa perawat yang mendampingi.

"Ini murni kegiatan sosial untuk mengembalikan kepercayaan diri dan senyum mereka. Setelah di Kasongan, kami juga mempersiapkan kegiatan serupa di Palangkaraya dan Sampit," timpal Rizky Badjuri yang menolak menyebut besaran biaya yang mereka keluarkan untuk setiap kali menggelar program tersebut. (*)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help