TribunKalteng/

Kabar Dunia

Mampukah Korea Utara Menjatuhkan Rudal ke Malaysia jika Terjadi Perang?

Hubungan Korea Utara dan Malaysia memasuki babak baru setelah tewasnya Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), beberapa waktu lalu.

Mampukah Korea Utara Menjatuhkan Rudal ke Malaysia jika Terjadi Perang?
Ist
Infografis 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Hubungan Korea Utara dan Malaysia memasuki babak baru setelah tewasnya Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), beberapa waktu lalu.

Kim Jong Nam merupakan kakak tiri dari Kim Jong Un yang diyakini pemerintah Malaysia tewas akibat diracun oleh agen-agen intelijen Korut.

Menyusul insiden tersebut, hubungan kedua negara memanas. Malaysia mengusir dubes Korut, dan Korut pun balik "mengisolasi" sejumlah diplomat Malaysia.

Eskalasi kedua negara lalu memancing sejumlah "analisa" liar. Mungkinkah kedua negara berperang? Korut yang dikenal memiliki rudal balistik, beranikah menembakkan arsenal itu ke Kuala Lumpur? Jika berani, bagaimana dengan kemampuan tembak dan akurasi rudal itu?

Rashdan Wong, dalam tulisannya di The Vocket.com, meyakini Korut tidak mempunyai kapabilitas menyerang Malaysia, sekalipun dengan rudal terbaru yang mereka miliki.

Wong memaparkan beberapa alasannya. Pertama, menurutnya, jarak minimum antara tempat pelancaran rudal Korea Utara (Hwadae) dan Malaysia mencapai 4.600 Km.

"Untuk menyerang Malaysia, Korea Utara memerlukan rudal antarbenua (ICBM) yang mampu melesat sejauh 5 ribu kilometer. Korut belum memiliki rudal jenis itu. Uji coba ICBM Korut, Taepodong tahun 2006 gagal," kata Wong.

Wong menganalisa, sejauh ini, beberapa rudal yang ditembakkan Korut ke sekitar perairan Jepang hanyalah rudal dengan jarak jangkau di bawah 1000 km.

Faktor Amerika

Kalaupun Korut pada akhirnya mampu memiliki ICB berjarak tembak di atas 5000 km, Wong masih sangat yakin, rudal tersebut tak mampu "mendarat" di Kuala Lumpur.

Alasannya, rudal yang ditembakkan negara Komunis tersebut tak mampu melewati wilayah udara Korea Selatan.

"Amerika telah memasang sistem pertahanan udara THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) yang merupakan salah satu sistem rudal pertahanan udara tercanggih di dunia. Sistem ini mampu mencegat ancaman rudal balistik jarak pendek, menengah, dan jauh dengan tingkat keberhasilan hingga 100 persen," kata Wong.

Sebagai informasi, THAAD memiliki jangkauan operasional 200 kilometer (km) dan dirancang untuk mencegat rudal pada ketinggian antara 40 dan 180 km.

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help