TribunKalteng/

Kalteng Kita

Kopi dari Masisin Antar Mahasiswi IAIN Palangkaraya ke ICN Conference 2017

Pesertanya merupakan perwakilan dari masing-masing provinsi yang ada di Indonesia dan setiap dari mereka berkesempatan untuk mempresentasikan proposal

Kopi dari Masisin Antar Mahasiswi IAIN Palangkaraya ke ICN Conference 2017
Istimewa
Paujiah, mahasiswi IAIN Palangkaraya. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Buah masisin ternyata mengantarkan Paujiah, mahasiswi IAIN Palangkaraya ini ke ajang nasional.

Yang membanggakan,  gadis yang mengambil program studi Komuniksi dan Penyiaran Islam (KPI) pada Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) ini juga menjadi satu-satunya duta Kalteng yang dinyatakan lolos pada Indonesian Culture and Nationalism (ICN) Conference 2017. 

“Alhamdulillah saya diberikan kesempatan untuk mewakili Kalimantan Tengah untuk mempresentasikan proyek sosial mengenai pelatihan pembuatan kopi dan teh dari masisin. Ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi saya agar bisa memperluas jaringan secara nasional,” kata Paujiah, Senin (20/3/2017).

ICN Conference merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Universitas Prasetiya Mulya.

Pesertanya perwakilan dari masing-masing provinsi yang ada di Indonesia dan setiap dari mereka berkesempatan untuk mempresentasikan proposal proyek sosial yang telah dibuat.

Kegiatan bertema Akuturasi Tutur Generasi yang akan diselenggarakan di Universitas Prasetiya Mulya Jakarta itu sendiri dijadwalkan  digelar pada 05-08 April 2017.

 “Saya sangat berterimakasih kepada pihak kampus dan fakultas yang telah memberi dukungan dan kepercayaan kepada saya untuk mengikuti kegiatan ini,” tambahnya.

Buah masisin atau juga kadang disebut karamunting berdiri dalah semacam berry khas dayak yang banyak ditemukan di hutan dan padang. Anak-anak dayak umum mengambil buah ini, rasanya manis kalau sudah agak ungu kehitaman.

UPTD Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pertanian mengkalisifikasi tanaman jenis ini bernilai tinggi.

Bahkan di daerah jawa-Jakarta sudah diolah menjadi bahan selai dan obat. Padahal tanaman banyak tumbuh di Kalimantan dan justru sering disebut tanaman liar. (*)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help