TribunKalteng/

Istri Pengusaha Malaysia Diculik, Dimintai Tebusan Rp 50 Miliar, Korban Ditemukan di Gubuk

Berdasarkan informasi yang diterima pihak Polri dari Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), komplotan pelaku sempat menelepon suami korban hingga berkali-

Istri Pengusaha Malaysia Diculik, Dimintai Tebusan Rp 50 Miliar, Korban Ditemukan di Gubuk
Tribunnews.com/Yurike Budiman
Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Polri melansir motif kasus penculikan dan penyekapan istri pengusaha kaya asal Malaysia, Ling Ling (44) di Batam, Kepulauan Riau.

Kasus yang melibatkan sejumlah warga negara Malaysia dan Indonesia tersebut bermotif ekonomi.

Komplotan tersebut sempat meminta uang tebusan sebesar 5 juta Dolar Singapura atau setara Rp 47,6 miliar kepada sang suami.

"Info yang kami terima mereka ada dugaan motif ekonomi, dimana mereka meminta tebusan 5 juta Dolar Singapura. Itu hampir Rp 50 miliar," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (20/3/2017).

Berdasarkan informasi yang diterima pihak Polri dari Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), komplotan pelaku sempat menelepon suami korban hingga berkali-kali.

Mereka meminta uang tebusan agar Ling Ling bisa dibebaskan setelah diculik dari rumahnya, Johor, Malaysia, 21 Februari 2107 dan disekap di Batam.

Mulanya, komplotan tersebut meminta uang tebusan sebesar 5 juta Dolar Singapura atau setara Rp 47,6 miliar.

Dalam negosiasi melalui telepon, pelaku menurunkan permintaan uang tebusan hingga menjadi 3 juta Dolar Singapura atau setara Rp 28,6 miliar.

"Ling Ling ini adalah figur istri dari pengusaha di sana. Jadi, si suami temasuk pengusaha besar di Johor," jelas Boy.

Sejak 14 Maret 2017, petugas PDRM berhasil menangkap 12 warga Malaysia yang diduga terlibat penculikan dan penyekapan terhadap Ling Ling.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help