TribunKalteng/

Kabar Kalsel

Data Tak Masuk Server Pusat, Petugas Disdukcapil HST Malah Dituding Berbohong

Yang bisa dilakukan daerah, jelas Syahbidin, hanya melakukan perekaman, tanpa bisa mencetaknya karena ketiadaan blanko.

Data Tak Masuk Server Pusat, Petugas Disdukcapil HST Malah Dituding Berbohong
Ilustrasi

TRIBUNKALTENG.COM, BARABAI - Target pemerintah pusat untuk pengadaan delapan juta lembar blanko jadi terealisasi. Padahal, dijanjikan akhir 2016 sudah beres.

Hingga Maret 2017 belum ada informasi apapun terkait hal tersebut. Dampaknya, banyak pembuat e-KTP kecewa, khususnya mereka yang hendak bepergian ke luar negeri, seperti umrah atau mendaftar ibadah haji.

Yang bisa dilakukan daerah, jelas Syahbidin, hanya melakukan perekaman, tanpa bisa mencetaknya karena ketiadaan blanko.

Sedangkan untuk ketersediaan cleaning Kit dan ribbon sudah dibeli sendiri pemerintah daerah, menggunakan APBD. Masalah lain pun, jelas dia kini muncul, yaitu banyak hasil perekaman yang belum masuk ke server pusat.

“Kalaupun bisa masuk, lebih lambat dari biasanya. Dulu misalnya perekaman Senin, paling lambat Selasa malam, datanya sudah masuk ke server. Rabunya sudah bisa cetak. Sekarang malah banyak data yang kami kirim, belum masuk,” katanya.

Kondisi tersebut, jelas Syahbidin, diluar kemampuan pihaknya.

Namun, kadang masyarakat tidak mau tahu, dan sering menuding petugas Disdukcapil berbohong dan memperlambat urusan.

“Kami beri penjelasan pun, bahwa keterlambatan tersebut karena masalah di pusat, kadang masih ada yang tidak mengerti dan tidak terima. Akhirnya kami hanya pasrah jika ada masyarakat yang marah-marah,” kata Syahbdin. (*)

Penulis: Hanani
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help