TribunKalteng/

Kabar Dunia

Ternyata Bergaya Hidup Mewah, Pengemis dari Jerman Ini Susuri Negara Asia

Namun di status facebooknya, ia mampu membayar hotel mahal, makan di restoran mewah, dan menghabiskan uang untuk pekerja seks komersial (PSK).

Ternyata Bergaya Hidup Mewah, Pengemis dari Jerman Ini Susuri Negara Asia
Benjamin Holst 

TRIBUNKALTENG.COM - Benjamin Holst, 32 tahun dikenal sebagai pengemis profesional di Asia dan kini ia ada di Malaysia sejak 2 Maret lalu.

Ia menggunakan kereta api dari Singapura ke Malaysia. Benjamin dikenal memanfaat rasa belas kasihan masyarakat lokal.

Padahal ia menggunakan penghasilan dari mengemisnya untuk membiayai gaya hidupnya, pergi berwisata dan berpesta.

Dia memiliki panggilan ahli menipu di Asia dan pengemis tak berguna di para pengguna facebook yang mengamatinya selalu gonta ganti foto profil.

Status terakhir akun facebooknya dia bepergian dari Malaysia ke Vietnam dengan caption, "Aku ucapkan selamat tinggal, aku kembali lagi dua minggu lagi, jadi jangan khawatir".

PENGEMIS
Benjamin Holst di Malaysia

Untuk warga Vietnam, berhati-hatilah, karena Benjamin menuju ke sana. Semua orang harus waspada dan membagikan informasi ini.

Sebelum meninggalkan Vietnam, Benjamin berfoya-foya di Malaysia. Seperti yang terlihat di akun facebooknya pada 7 Maret lalu.

"Kembali ke Kuala Lumpur. Semoga hiburan malamnya asyik, beli tiket untuk penerbanganku ke Da Nang", tulisnya dengan gambar menara kembar, Petronas.

Mahasiswa dari Universitas Nottingham, Lauren Sula, 23 tahun memperingatkan warga lokal melalui grup backpacker Malaysia untuk menjauhi Benjamin Holst.

Dia menderita penyakit langka, kaki gajah atau biasa disebut Macrodysstrophia lipomatosa pada kaki kirinya yang terlihat sangat besar.

PENGEMIS
Benjamin Holst

"Dia memanfaatkan seluruh orang Asia dengan mengemis, kalian pikir dia memerlukan pertolongan karena kondisi kesehatannya", tulis Lauren.

Namun di status facebooknya, ia mampu membayar hotel mahal, makan di restoran mewah, dan menghabiskan uang untuk pekerja seks komersial (PSK).

Sehari-hari, ia biasanya mencari tempat yang banyak dilewati banyak orang untuk mengemis. Sementara pada malam hari ia akan keluar dan menikmati dunia malam.

Banyak yang berpikir dia akan kesulitan berjalan, tetapi ternyata dia bisa berjalan dengan normal, seperti yang diungkapkan saksi mata kepada the coverage. (*)

Penulis: Restudia
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help