TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Kebakaran di Samarinda, Warga Usir Petugas Pemadam, Ini Penyebabnya

Api membesar diduga karena korsleting listrik, pasalnya saat itu penghuni rumah tidak sedang memasak, maupun ledakan tambung elpiji.

Kebakaran di Samarinda, Warga Usir Petugas Pemadam, Ini Penyebabnya
tribunkaltim.co/christoper desmawangga
Bagian rumah yang ludes terbakar di kawasan Pelita 7, Sambutan, Senin (13/3/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA - Musibah kebakaran kembali melanda warga Kota Samarinda. Setelah kemarin Minggu (12/3/2017) malam si jago merah melalap bangunan rumah di kawasan jalan P Suryanata, Senin (13/3/2017) ini sekitar pukul 09.45 wita, di jalan Pipit, Rt 35, Blok F, Pelita 7, Sambutan, api menghanguskan satu bangunan rumah milik warga.

Kendati tidak sampai membakar bangunan rumah lainya, namun warga sekitar kecewa dengan petugas pemadam yang datang terlambat.

Bahkan, petugas pemadam yang berasal dari Dinas Pemadam maupun pemadam LSM relawan, sempat diusir oleh warga.

"Jadi, yang padamkan api bukan pemadam, tapi warga sekitar saja. Karena petugas datang terlambat, dan ke lokasi tidak bawa air.

Hanya bawa mesin portable dan foto-foto saja, kita tidak butuh itu, yang kita butuhkan air,"ungkap salah satu warga, Munajat (51), Senin (13/3/2017).

"Sudah tiga kali kejadian di sini, tapi pemadam selalu datang terlambat, padahal ada posko pemadam di Pelita 8 yang jarak ke sini tidak jauh.

Akses jalan cukup luas menuju ke sini, tadi kami sempat dengar alasan mereka ada masalah di mobil, hingga tak bisa jalan,"tambahnya.

kebakaran
Senin (13/3/2017) sekitar pukul 09.45 wita, rumah warga jalan Pipit, Rt 35, Blok F, Pelita 7, Sambutan dilalap api. (tribunkaltim.co/christoper desmawangga)

Kebakaran itu sendiri mengakibatkan 1 rumah milik Imberani, dan 4 jiwa harus mengungsi terlebih dahulu.

Api membesar diduga karena korsleting listrik, pasalnya saat itu penghuni rumah tidak sedang memasak, maupun ledakan tambung elpiji.

"Memang betul warga yang padamkan api, dengan gunakan 2 unit mobil tangki warga, yang digunakan untuk jualan air," ungkap Staf Pengolah Data Bencana, Bidang Tanggap Darurat dan Evakuasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Nanang Arifin. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help