TribunKalteng/

Kabar Kalimantan

Gempa Tiga Detik Guncang Wilayah Kalbar, Ini Penjelasan BMKG

Dikatakan Banda, meski pun tidak ada termonitor oleh BMKG namun dirinya meminta agar BMKG bisa menyelidiki sumber dari getaran yang sangat singkat ter

Gempa Tiga Detik Guncang Wilayah Kalbar, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, LANDAK -  Warga di Dusun Karta Jaya Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak, sempat panik dan heboh dengan kejadian getaran menyerupai gempa bumi yang terjadi, Minggu (12/3/2017) sore.

Meski guncangan tersebut tidak berlangsung lama, namun sempat membuat kaget masyarakat di sekitaran Dusun Karta Jaya.

Kapolsek Mempawah Hulu Iptu Narko ketika dihubunggi via telepon mengakui bahwa adanya gempa tersebut.

"Ya ada gempa sebentar tadi sore di Karangan, tapi memang ndak lama dan paling hanya sekitar tiga detik," ujarnya, Minggu malam.

Narko menerangkan, hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat kalau ada rumah warga yang rusak akibat gempa tersebut.

"Tidak ada korban dan tidak ada kerusakan yang parah, karena gempa hanya sekejap saja," ungkapnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak Banda Kolaga mengatakan, kejadian getaran yang menyerupai gempa yang terjadi di Dusun Karta Jaya, Desa Karangan, Kecamatan Mempawah Hulu pada Minggu (12/3/2017) memang ada.

"Jadi masalah gempa yang kemarin terjadi tidak ada laporan secara resmi, baik dari Camat mau pun Kepala Desa. Tapi kita melihat di Medsos, ada masyarakat yang mengatakan terjadi gempa pukul 15.55 WIB selama dua detik," ujar Banda kepada wartawan pada Senin (13/3/2017).

Lanjutnya lagi, setelah mengetahui kejadian tersebut dirinya langsung bertanya betul apa tidak dan melapor ke BPBD Provinsi serta BMKG pusat.

"Hasil laporan dari BMKG itu ke saya, dari radar satelit yang mereka miliki tidak termonitor dimana titik koordinat gempa," katanya.

Dikatakan Banda, meski pun tidak ada termonitor oleh BMKG namun dirinya meminta agar BMKG bisa menyelidiki sumber dari getaran yang sangat singkat tersebut.

"Tapi saya meminta untuk ditindak lanjuti, setidaknya biar kita bisa melakukan antisipasi," jelasnya.

Sebab kalau sudah diketahui sebabnya, pihaknya dari BPBD bisa melakukan tindakan antisipasi.

"Jadi kunci itu kan di BMGK. Hanya yang kita khawatirkan dari pergesan bumi ini terjadi longsor seperti beberapa tahun lalu di Desa Pakato. Nah apakah itu ada hubunggannya dengan longsor di Pakato," ungkapnya.

Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help