Kalteng Kita

Kenapa Kebakaran di Palangka Kerap Banyak Rumah yang Hangus? Ini Penyebabnya

Peran dan fungsi masing-masing harus dilakukan secara terkoordinasi, sehingga jelas 'siapa melakukan apa' dalam bertindak.

Kenapa Kebakaran di Palangka Kerap Banyak Rumah yang Hangus? Ini Penyebabnya
Istimewa
ILUSTRASI - Sejumlah anggota pemadam kebakaran melakukan pembasahan terhadap puing bangunan yang terbakar di kawasan Jalan Kalimantan Gang Mandau Palangkaraya, Selasa (21/2/2017). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pada beberapa kejadian kebakaran di Kota Palangkaraya, jumlah rumah yang terbakar terbilang cukup banyak. Tak hanya material, hal ini juga cukup berdampak terhadap masyarakat yang menjadi korban.

Kenapa ini kerap terjadi padahal kemungkinan meluasnya jangkauan lidah api bisa diminimalisasi apabila dilakukan penanganan yang tepat?

Anggota Brigade Rescue Palangkaraya Syaiful Rahman, berpendapat ada beberapa hal yang menjadi penyebab dari fenomena tersebut.

"Salah satunya adalah faktor SDM dari petugas pemadam swadaya yang ikut melakukan pemadaman. Selama ini, nyaris bisa dikatakan tidak pernah dilakukan latihan bersama padahal ini penting dan itu harus difasilitasi oleh pemerintah kota," ujar Syaiful, Minggu (12/3/2017).

Menurut dia, program pelatihan yang diberikan kepada anggota pemadam swadaya sangat penting sebagai bekal petugas dalam beraksi di lapangan.

Peran dan fungsi masing-masing harus dilakukan secara terkoordinasi, sehingga jelas 'siapa melakukan apa' dalam bertindak.

Selain itu, tambah Syaiful, Pemko Palangkaraya seharusnya juga perlu memperkuat armada pemadam kebakaran yang dimilikinya dengan peralatan dari mesin portable.

Jika hanya mengandalkan pemadam swadaya, tentu tidak memadai karena mesin portable kebanyakan hanya berupa mesin sedot air yang dimodifikasi  sedemikan rupa sehingga dapat difungsikan sebagai mesin  pemadam kebakaran.

"Kenyataannya, dalam hal peralatan dan perlengkapan pemadam swadaya di Kota Palangkaraya masih jauh tertinggal. Kadang, pakaian keselamatan petugas saja masih belum standar," timpal dia.

Dua alasan ini pula yang menurut Syaiful harus menjadi perhatian pemerintah. Apalagi pada musim kemarau yang dijelang, kebakaran hutan dan lahan juga menjadi ancaman serius di Kalteng, khususnya Kota Palangkaraya. (*)

Penulis: Mustain Khaitami
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help