TribunKalteng/
Home »

Video

Kabar Kalsel

VIDEO: Ambruknya Jembatan Timbung Bungur Tapin Diterjang Banjir

Paling menyedihkan itu para pelajar SD dan SMP yang biasanya lewat jembatan itu, kini harus memutar 6 kilometer, jelas Sadikin.

TRIBUNKALTENG.COM, RANTAU - Jembatan gantung ambruk di Desa Timbung Kecamatan Bungur Kabupaten Tapin, Selasa (8/3/2017) jam 03.00 Wita.

Akibat ambruknya jembatan gantung itu, masyarakat kesulitan menuju kebun, sawah, ke sekolah SD, SMP dan aktifitas lainnya.

Fatalnya lagi tidak ada jembatan lain atau jalan lain menuju desa tetangga, Desa Bungur.

Namun seorang petani bernama Bariansyah nekad meniti di jembatan gantung yang ambruk tersebut, dia meniti di jembatan yang sudah runtuh tersebut menuju kebunnya Rabu siang.

"Tidak ada jalan lain lagi ke kebun karet, tidak mengapa lewat jalan yang mau runtuh ini, insya Allah selamat," ucap Bariansyah nekad.

Dijelaskan Bariansyah, memang ada jalan lain menuju kebun karet milik, tetapi haru ke kota dulu yang total jaraknya 6 kilomater.

Menurut Bariansyah, jembatan gantung tersebut sangat fital fungsinya, sebab dalam sehari itu yang lewat petani karet, petani padi, pedagang, pelajar SD, SMP, karyawan perusahaan dan sebagainya.

Kalau dalam sehari itu sekitar 500 orang yang melewati jalan tersebut, kata Bariansyah.

Kepala Desa Timbung, Sadikin membenarkan bahwa jembatan itu sangat fital, kemungkinan dalam sehari itu ada 200-300 orang perhari.

Paling menyedihkan itu para pelajar SD dan SMP yang biasanya lewat jembatan itu, kini harus memutar 6 kilometer, jelas Sadikin.

Begitu juga petani karet yang biasanya turun ke kebu jam 04.00 atau jam 05.00, kini harus memutar juga 6 kilometer.

"Kami berharap secepatnya jembatan ini dibangun kembali, diupayakan tahun ini juga," pinta Kades Timbung, Sadikin kepada BPost.

Pantauan BPost di lokasi, pondasi utama jembatan itu ambruk dan bergeser sekitar 6 meter dari posisi semula.

Meskipun pondasi utamanya ambruk tetapi tidak ada besi jembatan itu yang putus.

Menurut Sadikin penyebab ambruknya jembatan itu karena air banjir yang cukup deras yang mengikis pepohonan dan bibir sungai, sehingga pondasi utama jembatan ambruk.(Banjarmasin Post/Ibrahim Ashabirin)

Penulis: Ibrahim Ashabirin
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help