Kabar Kalimantan

Pembunuhan Berencana Keluarga Juragan Angkot Balikpapan, Ini Peran Masing-masing Pelaku

Sebagai kabupaten yang masih dipenuhi hutan dan relatif kecil penduduknya, membuat ia yakin, pilihan membuang jasad Lasiem di Buluminung tepat.

Pembunuhan Berencana Keluarga Juragan Angkot Balikpapan, Ini Peran Masing-masing Pelaku
tribunkaltim.co/muhammad fachri ramadhan
Ketiga tersangka Bambang Hermanto (24), Ada Faroki Manda (20), dan Fendi Eko Nurwahyudi (21) di dalam mobil tahanan Polres Balikpapan, Minggu (26/2/2017). 

Tak berhenti berteriak, Fendy membekap mulut Putra menggunakan sarung hingga korban lemas. Ia mengaku baru sadar korbannya meregang nyawa saat hendak mau disembunyikan di dalam lemari.

"Saya dengar dia teriak, saya kejar. Lalu saya bekap mulutnya, mungkin saya bekapnya terlalu kuat," tuturnya mengenang kejadian tersebut.

"Saya takut. Itu saya kaget dia sudah tak bernyawa, jadi saya masukkan di lemari," sambungnya.

Sementara pengakuan Adda Faroki alias Oky, keterlibatannya dalam rencana pembunuhan berlandaskan pertemenan baik bersama Bambang Hermanto.

Saat Bambang menceritakan rencana pembunuhan Lasiem, ia pun tak menolak.

"Saya bantu sekap Lasiyem, pas Pak Mulyadi bangun saya masuk rumah. Pas balik Lasiem sudah meninggal," ujarnya.

Saat ditanya bagaimana proses ia menghabisi nyawa Mulyadi, ia enggan membeberkannya.

Oky mengaku menyesal rencana pembunuhan tersebut berakhir tidak sesuai rencana. Dimana Mulyadi dan Putra harus ikut jadi korban.

Pemberitaan sebelumnya, Bambang Hermanto (24) anak tiri sang juragan angkot akhirnya bicara. Dari penuturannya, ibu tirinya-lah, Lasiem (35), yang sebenarnya menjadi sasaran utama.

Kebencian terhadap ibu tirinya tersebut dipendam, gara-gara tak terima atas perlakuan Lasiem kepada ayah tiri, Mulyadi (46) dan ibu kandungnya, Sri Handayani yang tinggal di Blitar.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help