TribunKalteng/

Hari Ini Sidang Korupsi e-KTP Hari Ini, Bakal Banyak Nama Besar Muncul

Sidang perdana perkara yang menjerat mantan pejabat pembuat komitmen e-KTP Sugiharto dan bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kement

Hari Ini Sidang Korupsi e-KTP Hari Ini, Bakal  Banyak Nama Besar Muncul
youtube
Diduga surat dakwaan e-KTP yang beredar di media sosial. 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri RI, Tjahjo Kumolo memastikan proyek pengadaan blanko e-KTP tetap berjalan.

Menurutnya proyek ini tidak akan terganggu dengan penyidikan dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sidang perdana perkara yang menjerat mantan pejabat pembuat komitmen e-KTP Sugiharto dan bekas Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman, itu akan digelar hari ini, Kamis (9/3/2017).

"Tidak masalah, kami (Kemendagri) jalan terus walaupun ibarat naik mobil persenelingnya belum bisa lancar. Tapi kami terus memacu bahwa perekaman data bisa," ujar Tjahjo.

Mantan Sekjen PDIP ini menjelaskan saat ini pihak Kemendagri sedang melakukan finalisasi tender blanko E-KTP.

Pihaknya sedang menunggu laporan dari Dirjen Dukcapil. Tjahjo juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat membatalkan tender sebelumnya karena bermasalah.

"Tender yang kemarin saya batalkan karena tidak clean and clear. Kita tidak mau di kemudian hari ada masalah," jelas Tjahjo.

Pada Maret ini pemenang tender sudah bisa ditemukan. Pihak Kemendagri juga meminta saran Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

Dalam pengungkapan dugaan korupsi pengadaan e-KTP, Ketua KPK Agus Rahardjo di Istana Negara, menyebut akan banyak nama besar yang muncul dalam dakwaan pada dua tersangka di kasus ini.

Dalam kasus ini, uang suap dalam proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) diduga lebih dulu dibagi-bagi sebelum anggaran proyek senilai hampir Rp 6 triliun disetujui oleh anggota DPR RI. Hal itu lebih dikenal sebagai praktik ijon.

Halaman
123
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help