TribunKalteng/

Kalteng Kita

Mengamuk, Pemuda Ini Habisi Kakek 68 Tahun Pakai Tajak

Warga masyarakat yang melihat kejadian itu bermaksud menangkap dan mengamankannya. Namun sebaliknya Melgi mengamuk dan wargapun beramai-ramai berhasil

Mengamuk, Pemuda Ini Habisi Kakek 68 Tahun Pakai Tajak
tribunkalteng.com/jumadi
Melgi (21), tersangka yang diduga membunuh Santra alias Gadi (68), dalam perawatan tim medis, Senin (6/23/2017). Tangan dan kaki pria ini terpaksa diikat petugas karena mengamuk. 

TRIBUNKALTENG.COM, KUALAKAPUAS - Diduga ingin melerai dan melindungi seorang ibu, namun sebaliknya menjadi korban hingga yang melerai tewas di tempat.

Itulah nasib yang dialami Santra alias pak Gadi (68). Peristiwa tersebut terjadi di Handil Alai, Kelurahan Pulau Kupang, Kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas Kalteng, Senin (6/3/2017) siang sekitar pukul 15.00 Wib.

Sumber di lapangan menyebutkan, korban tewas akibat diserang oleh Melgi dengan menggunakan tajak (alat tradisional untuk membajak sawah).

Warga masyarakat yang melihat kejadian itu bermaksud menangkap dan mengamankannya. Namun sebaliknya Melgi mengamuk dan wargapun beramai-ramai berhasil menangkapnya.

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui motif Melgi nekad membacok Santra hingga tewas. Namun ada beberapa sumber mengatakan bahwa siang itu Melgi mengamuk dan ingin memukul ibunya menggunakan tajak.

Kejadian itu sempat dilihat oleh Santra, yang mana ingin menasihatinya dan melindunggi Melgi dari amukan itu.

Entah mengapa Melgi yang berbadan besar dan berkulit hitam itu justru mengamuk yang ditujukkan kepada Santra.

"Melgi saat itu mengamuk kepada Pak Santra dengan menyerang menggunakan tajak, hingga Santra mengalami beberapa luka dan korbanpun sampai tak berdaya," ungkap satu warga sekitar.

Aksi yang dilakukan Melgi dilihat puluhan pasang mata, dan warga berbalik marah dengan berusaha menangkap untuk diamankan.

Melihat warga akan menangkapnya, Melgi mengamuk kepada warga, hingga akhirnya pemuda tersebut berhasil ditangkap.

Menghindari amukan berikutnya, kedua tangan dan kaki Melgi sengaja diikat warga menggunakan tali nilon. Kejadian itu dilaporkan warga ke Pos polisi setempat.

Kemudian 10 anggota Polsek Selat datang ke lokasi kejadian. Kasus tersebut kini ditangani jajaran Polsek Selat. Diduga pemuda tersebut ada mengalami kelainan jiwa.

Untuk jenazah korban dibawa ke RSUD Kapuas. Beberapa polisi sempat melakukan olah TKP. (*)

Penulis: Jumadi
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help