Kabar Kalimantan

Mobil Mewah Diselundupkan dari Malaysia ke Kalbar, Begini Modusnya

Pihaknya menjelaskan masih akan melakukan pendalaman, terhadap barang bukti yang disita, dengan memeriksa fisik kendaraan, termasuk mengecek ke Samsat

Mobil Mewah Diselundupkan dari Malaysia ke Kalbar, Begini Modusnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / HADI SUDIRMANSYAH
Dua sedan Porsche yang diamankan oleh anggota Intel Brimob Polda Kalbar, Selasa (28/2/2017) malam. 

TRIBUNKALTENG.COM, PONTIANAK - Modus yang dilakukan dalam upaya penyelundupan mobil diduga ilegal ini, terlihat cukup rapi.

Pantauan Tribun terhadap barang bukti di halaman Mapolda Kalbar Rabu (1/3/2017) kedua mobil selundupan tersimpan dibawah timbunan karet ban bekas. Sehingga sekilas truk tersebut mengangkut karet ban bekas.

Namun ini berhasil digagalkan personil Intel Resmob Polda Kalbar. Setelah dilakukan pemeriksaan didalam truk tersebut, ternyata tersimpan dua unit mobil mewah dengan merek Porsche jenis Carrera 4. Masing -masing berwarna merah dan hitam.

Tampak dibagian belakang truk tersebut disekat dengan kayu untuk menyangga mobil selundupan tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar Kombes Pol Mashudi mengungkapkan kedua unit mobil yang dibawa truk Fuso diduga sebelumnya telah diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia, melalui jalur perbatasan.

"Dari informasi mobil ini berasal dari luar, dengan memanfaatkan ijin lintas batas. Mobil ini masuk dari perbatasan Malaysia, namun untuk kepastianya menunggu pemeriksaan fisik, seperti nomor rangka mesin, untuk mengetahui , ini kendaraan dari negara mana,"jelasnya di Mapolda Kalbar Rabu (1/3/2017).

Kombes Pol Mashudi mengatakan, saat diamankan petugas, truk yang diduga berisi mobil mewah, hendak dibawa menuju ke pelabuhan Dwi Kora Pontianak untuk dibawa ke Jakarta.

"Tadi malam kita telah memeriksa supir, kernet dan dua pengantar yang mendapatkan order," jelasnya.

Meski berstatus mobil bekas biaya pengangkutan dua unit mobil ini, menelan ongkos puluhan juta rupiah. "Satu unit Rp 30 juta. Dua berarti Rp 60 juta," katanya.

Pihaknya menjelaskan masih akan melakukan pendalaman, terhadap barang bukti yang disita, dengan memeriksa fisik kendaraan, termasuk mengecek ke Samsat apakah kendaraan tersebut terdaftar di Indonesia atau tidak.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help