TribunKalteng/

Traveling

Kapul, Desa Wisata Budaya Komunitas Dayak Meratus Halong di Balangan

Halong terutama Desa Kapul juga terkenal dengan suku dan agamanya yang lengkap, sehingga dijuluki sebagai Indonesia mini di Kalsel artinya semua agama

Kapul, Desa Wisata Budaya Komunitas Dayak Meratus Halong di Balangan
banjarmasinpost.co.id/elhami
Desa Wisata di Halong, Balangan 

TRIBUNKALTENG.COM, PARINGIN - Desa Kapul Kecamatan Halong menjadi satu-satunya desa yang diitetapkan oleh pemerintah Kabupaten Balangan, Kalsel, sebagai desa wisata budaya.

Alasan ditetapkannya adalah karena desa ini memiliki sejumlah keunikan baik bidang kesenian dan budaya yang tidak dimiliki oleh kecamatan lainnya, kemudian tradisi suku Dayak Meratus Halong, agamanya, sukunya dan lain sebagainya.

Ketua Desa Wisata Wadian Tambai Kapul Hardiansyah mengatakan penetapan Desa Kapul sebagai desa wisata sebenarnya pada tahun 2013 pada masa pemerintahan Sefek Effendie, kemudian diresmikan pada tahun 2015 lalu.

"Awalnya dulu bupati yang lama mengadakan reuni kawan SMA dan tempatnya di Balangan, lalu kepikiran dibawalah rombongan di acara adat dayak di Desa Kapul ini, nah pada saat itulah bupati yang lama menetapkan bahwa Kapul dijadikan desa wisata budaya," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, Desa Kapul memiliki sanggar seni bernama sanggar wadian tambai, disinilah para pegiat seni di desa kapul berlatih tarian tradional dan tarian lainnya," ujarnya.

Selain memiliki budaya kesenian, di Desa Kapul juga ada seni budaya ritual seperti aruh adat baharin, aruh adat miaulahan, dan aruh adat bawanang.

Halong terutama Desa Kapul juga terkenal dengan suku dan agamanya yang lengkap, sehingga dijuluki sebagai Indonesia mini di Kalsel artinya semua agama ada serta berbagai macam suku.

Menurutnya, keberadaan Desa Kapul sebagai desa wisata budaya hingga saat ini terus berkembang dengan terbentuknya kelompok sadar wisata, kemudian banyaknya wisata alam yang dimiliki.

"Sebagai desa wisata budaya saat ini kegiatan andalan yang selalu digelar setiap tahunnya adalah gelar wisata adat dayak, tahun 2017 akan dilaksanakan pada bulan Maret ini," katanya.

Tak hanya seni budaya, di Desa Kapul juga banyak potensi kerajinan khas dayak, misalnya anyaman bermotif dayak kerajiinan membuat parang.

Menurutnya menyandang status sebagai desa wisata budaya tentu saja sangat berpengaruh dan dampaknya terutama masyrakat dayak bisa memamerkan hasil kerajinan tangan mereka.

"Perekonomian di desa semakin meningkatkan," ungkapnya.

Namun ia mengharapkan kedepan gelaran wisata budaya bisa dalam lingkup luas dari segii peserta dan tempat.

Kemudian pihak pemerintah semakin membenahi kebersihan dan keindahakan desa. Selain itu juga membangun penginapan bagi tamu yang datang. (*)

Penulis: Elhami
Editor: Mustain Khaitami
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help