Home »

Sport

Bonus PON Belum Cair, Pelatih Angkat Berat Sampai Jual Motor untuk Kebutuhan Hidup

Menurutnya setiap hari vitamin dan suplemen harus dikonsumsi. Minimal kebutuhan vitamin dan suplemen itu sekitar Rp 200 ribu per hari.

Bonus PON Belum Cair, Pelatih Angkat Berat Sampai Jual Motor untuk Kebutuhan Hidup
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Sekitar 300 orang yang tergabung dalam Forum Solidaritas Atlet, Pelatih, Manajer dan Ofisial Tim PON Kaltim 2016, beraksi mendatangi kantor DPRD Kaltim mempertanyakan janji bonus atlet PON 2016. Aksi tersebut diterima pimpinan Dewan di lantai 6 Gedung D DPRD Kaltim, Jalan Teuku Umar, Samarinda, Senin (1/8/2016). 

TRIBUNKALTENG.COM, SAMARINDA -  Nasib kurang beruntung masih menghantui insan olahraga Bumi Etam.

Khusus bagi cabang olahraga yang berprestasi di PON XIX/2016, saat ini dilanda kecemasan.

Kaltim sukses meraih 25 medali emas di PON Jabar. Pemprov Kaltim pun menjanjikan gelontoran bonus Rp 250 juta untuk peraih medali emas. Namun bonus yang dijanjikan itu tak kunjung cair.

Pelatih angkat berat, Dedy bahkan sampai harus menjual sepeda motor miliknya demi menghidupi keluarga.

Kepada Tribunkaltim.co, ia mengaku terpaksa menjual motor karena tuntutan ekonomi keluarga dan tanggung jawabnya sebagai pelatih angkat berat.

Dedy sangat tertekan lantaran atletnya kerap bertanya kepadanya soal kepastian bonus. Di PON Jabar lalu, berkat tangan dingin Dedy, atlet angkat berat Kaltim bisa menyumbangkan 2 emas, 3 perak, dan 3 perunggu.

"Ini sebenarnya beban buat saya. Karena saya hanya berharap bonus itu sebagai hasil jerih payah saya melatih atlet. Jujur saja, ini berat karena saya gak punya penghasilan lain selain melatih atlet angkat berat. Terpaksa saya jual motor supaya bisa makan sehari-hari," kata Dedy di Kantor KONI Kaltim, Jl Kesuma Bangsa, Samarinda, Senin (6/2/2017) pukul 17.30 Wita.

Selain itu, kebutuhan atlet angkat berat tidaklah sedikit. Ia juga harus memperhatikan suplemen dan vitamin atletnya.

Menurutnya setiap hari vitamin dan suplemen harus dikonsumsi. Minimal kebutuhan vitamin dan suplemen itu sekitar Rp 200 ribu per hari.

"Sekarang, dari mana saya bisa cari uang Rp 6 juta per bulan? Kasihan atlet saya. Saya juga bantu mereka, dan gak mau fisik mereka tertinggal dan mental mereka down. Karena untuk mengembalikannya lagi butuh waktu lama," ucap pria berbadan gempal ini. (*)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help